Bahas Penghapusan Laut Hitam, Sekjen PBB Segera Temui Erdogan hingga Menlu Rusia
Abdul Rahman Ahdori







"Saya bertekad untuk melakukan segala kemungkinan untuk membangun kembali Inisiatif Laut Hitam," kata Guterres kepada wartawan, Kamis (14/9/2023).
Guterres tidak menjelaskan kapan tepatnya dia akan menemui Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy atau Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Sebagai informasi bahwa Rusia menghentikan perjanjian biji-bijian pada Juli lalu. Hal ini disebabkan karena tuntutannya tidak dipenuhi PBB. Penghentian ini juga mengacu pada penghapusan hambatan ekspor pupuk dan dimasukkannya Bank Pertanian Rusia milik negara ke dalam sistem pembayaran internasional SWIFT.
Perjanjian itu ditandatangani di Istanbul pada Juli 2022 oleh Rusia, Ukraina, Turki dan PBB, sehingga menciptakan koridor yang aman melewati Laut Hitam untuk ekspor dari tiga pelabuhan di Ukraina yang sempat berhenti sejak perang dimulai pada Februari tahun itu.
Perjanjian tersebut membantu mengendalikan kenaikan harga dan mengurangi krisis pangan dengan memperbaiki aliran gandum, minyak bunga matahari dan produk lain dari Ukraina, salah satu pengekspor biji-bijian terbesar di dunia.
Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy siap berdiskusi terkait persoalan itu. Doia mengaku akan menghadiri pertemuan global para pemimpin dunia untuk pertama kalinya secara langsung.
