Para biksu Buddha berjalan melewati bangunan yang runtuh di Naypyitaw, Myanmar, setelah gempa bumi dahsyat, 29 Maret 2025. (Foto: AP)
MYANMAR, (ERAKINI) - Jumlahkorban tewas akibat gempa besar yang melanda Myanmar dan Thailand telah melampaui 1.000 orang, menurut tim penyelamat saat mereka terus menggali reruntuhan bangunan yang runtuh dalam upaya pencarian korban.
Melansir AP dan Al Jazeera, setidaknya 1.002 orang tewas dan hampir 2.376 orang terluka di wilayah Mandalay, Myanmar – kota terbesar kedua di negara itu dan dekat dengan episentrum gempa – kata pemerintah militer negara itu dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (29/3/2025).
“Malam itu cukup tidak nyaman bagi banyak orang. Mereka memilih tidur di luar. Kami melihat mereka di taman-taman meletakkan kasur di luar rumah mereka,” Tony Cheng dari Al Jazeera melaporkan dari ibu kota Naypyidaw.
“Masih ada gempa susulan, beberapa di antaranya kami rasakan pagi ini. Gempanya tidak terlalu besar, tetapi cukup membuat orang merasa tidak nyaman untuk kembali ke bangunan,” tambahnya.
Di ibu kota Thailand, Bangkok – yang terletak 1.000 km (620 mil) dari episentrum di Myanmar – sekitar 10 kematian lagi telah dikonfirmasi.
“Infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan bangunan terkena dampak, yang menyebabkan korban jiwa dan cedera di antara warga sipil. Operasi pencarian dan penyelamatan saat ini sedang dilakukan di daerah yang terkena dampak,” kata militer Myanmar dalam pernyataan itu, yang meningkatkan jumlahkorban tewas secara drastis dari 144 kematian yang dilaporkan sebelumnya.
Gempa dangkal berkekuatan 7,7 skala Richter melanda barat laut kota Sagaing di Myanmar tengah pada Jumat (28/3/2025) sore, diikuti beberapa menit kemudian oleh gempa susulan berkekuatan 6,7 skala Richter.
Melansir NDTV, gempa berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang wilayah barat laut Sagaing, Myanmar, pada pukul 12:50 siang (0650 GMT) pada hari Jumat (28/3/2025) dengan kedalaman dangkal 10 km yang disusul gempa berkekuatan 6,7 skala Richter dan serangkaian gempa kecil lainnya.
Gempa tersebut terasa di seluruh wilayah, mengguncang bangunan-bangunan dari India di sebelah barat dan Cina di sebelah timur, serta Kamboja dan Laos. Junta militer Myanmar mengatakan dalam sebuah pernyataan pagi ini bahwa jumlahkorban tewas telah mencapai 694.
Perang saudara yang sedang berlangsung di Myanmar, yang dipicu oleh perebutan kekuasaan oleh militer, telah melemahkan layanan darurat, membuat mereka tidak siap untuk menangani bencana sebesar ini.
Di negara tetangga Thailand, gempa bumi tersebut mengakibatkan 10 orang meninggal, terutama akibat runtuhnya gedung tinggi yang sedang dibangun di dekat pasar Chatuchak, Bangkok. Dikhawatirkan hingga 100 pekerja terjebak di reruntuhan.