Kendaraan militer Israel mengangkut sekelompok tentara dan jurnalis di sepanjang koridor Morag di Gaza selatan pada 8 Juni 2025. Militer Israel mengundang para wartawan untuk tur di Rumah Sakit Eropa di Khan Younis. (Foto: AP).
YERUSALEM, (ERAKINI) - Seiring semakin dekat mencapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas, pejabat Israel justru menyatakan ingin mempertahankan pasukan di koridor selatan Jalur . Hal ini bisa berpotensi menggagalkan perundingan tersebut.
Seorang pejabat Israel mengatakan isu yang menonjol dalam negosiasi tersebut adalah keinginan Israel untuk mempertahankan pasukan di wilayah tersebut selama gencatan senjata 60 hari, termasuk di poros timur-barat yang disebut Israel sebagai koridor Morag. Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang berbicara kepada media tentang negosiasi tersebut.
Mempertahankan pijakan di koridor Morag merupakan elemen kunci dalam rencana Israel untuk mengusir ratusan ribu warga Palestina ke selatan menuju sebidang tanah sempit di sepanjang perbatasan dengan Mesir, ke tempat yang disebutnya sebagai "kota kemanusiaan."
Para kritikus khawatir langkah ini merupakan pendahulu dari relokasi paksa sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah sekitar 2 juta orang, dan bagian dari rencana pemerintah Israel untuk mempertahankan kendali abadi atas wilayah tersebut.
Hamas, yang masih menyandera puluhan orang dan menolak seruan Israel untuk menyerah, menginginkan Israel menarik semua pasukannya sebagai bagian dari gencatan senjata permanen. Hamas dengan tegas menentang keberadaan Israel yang berkelanjutan di Gaza.
Sebagai bagian dari gencatan senjata yang diusulkan, Israel dan Hamas akan menahan tembakan selama 60 hari, di mana beberapa sandera akan dibebaskan dan lebih banyak bantuan akan masuk ke Gaza. Tuntutan Israel sebelumnya untuk mempertahankan pasukan di koridor terpisah menghambat kemajuan kesepakatan gencatan senjata selama berbulan-bulan.
Kantor Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu menolak berkomentar tentang bagaimana koridor Morag berperan dalam perundingan gencatan senjata. Netanyahu berada di Washington minggu ini untuk membahas gencatan senjata dan hal-hal lain dengan Presiden AS Donald Trump, yang telah mendesak kedua belah pihak untuk mengakhiri perang di Gaza.
Keinginan Israel untuk mempertahankan pasukan di Gaza merupakan salah satu poin penting gencatan senjata yang dibahas pada hari Selasa oleh para pejabat senior dari AS, Israel, dan Qatar, menurut seorang pejabat Gedung Putih yang berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berkomentar secara publik.
"Kami ingin perdamaian. Kami ingin mendapatkan kembali para sandera. Dan saya pikir kami hampir mencapainya," kata Trump, Rabu, menanggapi pertanyaan tentang pertemuan para pejabat tersebut.
Sementara Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan Rabu malam bahwa penarikan pasukanIsrael dari Gaza merupakan salah satu dari beberapa poin penting yang tersisa dalam perundingan, tanpa menyebut Morag secara spesifik.