Paus Leo Menentang Segala Bentuk Pemindahan Paksa Warga Palestina
Akhmad Baihaqi Arsyad
VATIKAN, (ERAKINI) - Paus Leo XIV yang perannya dalam mengadvokasi perdamaian di Gaza semakin terasa sejak Israel menyerang satu-satunya gereja Katolik di wilayah itu pekan lalu, mengatakan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (21/7/2025) bahwa ia menentang segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina.
Vatikan mengatakan Abbas, yang memimpin Otoritas Palestina yang diakui secara internasional, telah menelepon Paus pada Senin, tiga hari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menelepon dan menyatakan penyesalannya atas serangan terhadap Gereja Keluarga Kudus di Gaza.
Israel mengatakan serangan itu, yang menewaskan 3 orang dan melukai pastor paroki gereja tersebut, adalah sebuah kesalahan.
Gereja kecil di Gaza telah menjadi fokus advokasi kepausan untuk perdamaian selama perang di wilayah tersebut. Pendahulu Paus Leo, Paus Fransiskus, berbicara kepada paroki tersebut setiap malam.
Dalam percakapan hari Senin dengan Abbas, Leo mengutuk "penggunaan kekuatan tanpa pandang bulu" dan setiap "pemindahan massal paksa" orang-orang di Jalur Gaza, kata Vatikan.
Israel mengatakan ingin warga Gaza pindah ke zona kemanusiaan khusus di Gaza atau meninggalkan wilayah itu secara sukarela. Semua kelompok arus utama dan negara-negara Arab tetangga telah menolak rencana apa pun yang akan memindahkan mereka.
















