Mesir Latih Ratusan Warga Palestina Jadi Polisi Masa Depan di Gaza
Akhmad Baihaqi Arsyad
KOTA GAZA, (ERAKINI) - Upaya membangun kembali Gaza setelah kehancuran panjang mulai tampak melalui langkah konkret dari Mesir. Ratusan warga Palestina kini tengah mengikuti program pelatihan kepolisian yang dirancang untuk membentuk fondasi aparat keamanan baru di Gaza pascaperang. Seorang pejabat Palestina mengatakan kepada AFP bahwa pelatihan ini diharapkan melahirkan pasukan keamanan profesional yang setia pada rakyat Palestina, bukan pada kekuatan eksternal.
Melansir Arab News, rencana tersebut pertama kali diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, yang menyebut pelatihan 5.000 calon polisi Gaza sebagai bagian dari koordinasi dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa. Gelombang pertama, lebih dari 500 peserta, dilatih di Kairo pada Maret lalu, dan sejak September, ratusan peserta baru kembali mengikuti pelatihan dua bulan berikutnya.
Semua peserta rekrutmen berasal dari Jalur Gaza dan digaji oleh Otoritas Palestina (OP) yang berbasis di Ramallah, wilayah yang kini berada di bawah pendudukan Israel. Seorang peserta berusia 26 tahun mengaku bersemangat mengikuti program ini: “Kami ingin perang berhenti selamanya. Kami ingin mengabdi untuk negeri kami sendiri, bukan kepentingan pihak lain.”
Letnan Palestina lain yang mengikuti pelatihan mengungkap bahwa mereka mempelajari berbagai teknik pengamanan modern, terutama pengawasan perbatasan, serta peninjauan dampak besar perang sejak serangan Hamas 7 Oktober 2023 yang menjadi titik awal konflik.
Serangan Hamas tersebut menewaskan 1.221 orang di . Namun serangan balasan jauh lebih menghancurkan: lebih dari 70.100 gugur, menurut data yang diakui PBB. Pelatihan polisi ini dipandang sebagai langkah penting untuk menata ulang dan mempersiapkan masa depan yang lebih stabil.


















