Di Tengah Riuh Demonstrasi, Trump Buka Opsi Serangan Udara ke Iran
Akhmad Baihaqi Arsyad
WASHINGTON, (ERAKINI) – Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih mempertimbangkan kemungkinan melakukan serangan udara terhadap Iran, menyusul laporan kerasnya penindasan aparat terhadap para demonstran. Pemerintah AS menyoroti situasi yang dinilai semakin brutal, dengan warga sipil dilaporkan tewas di jalanan.
Meski opsi militer berada di atas meja, jalur diplomasi belum sepenuhnya ditutup. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Iran menunjukkan pendekatan yang “jauh berbeda” dalam komunikasi tertutup dengan utusan khusus Presiden Trump, Steve Witkoff, dibandingkan pernyataan publik yang disampaikan Teheran.
“Presiden Trump dikenal selalu menimbang seluruh pilihan yang tersedia. Serangan udara adalah salah satu dari banyak opsi yang dapat dipertimbangkan oleh panglima tertinggi,” ujar Leavitt kepada wartawan di luar Sayap Barat Gedung Putih.
Namun demikian, Leavitt menegaskan bahwa pendekatan diplomatik tetap menjadi prioritas utama presiden. Menurutnya, pesan-pesan yang diterima Washington melalui jalur komunikasi tidak resmi menunjukkan adanya celah untuk dialog lebih lanjut.
“Apa yang disampaikan rezim Iran ke publik sangat berbeda dengan pesan yang kami terima secara privat. Presiden tertarik untuk menggali lebih jauh sinyal-sinyal tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa saluran komunikasi antara Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan utusan khusus AS masih terbuka, meskipun kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.
















