100 Lebih Aparat Keamanan Tewas dalam Aksi Demonstrasi di Iran
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Seratusan aparat keamanan dilaporkan tewas dalam gelombang protes yang dipicu krisis ekonomi di Iran. Aksi demonstrasi diklaim sudah mulai mereda namun situasi masih rumit.
Dilansir Al Jazeera, televisi pemerintah Iran menyebutkan pada Minggu (11/1/2026), sebanyak 30 anggota kepolisian dan pasukan keamanan tewas di Provinsi Isfahan. Sementara itu, enam personel lainnya dilaporkan meninggal dunia di Provinsi Kermanshah, Iran barat, akibat kerusuhan terbaru.
Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan total 109 personel keamanan telah tewas dalam rangkaian protes yang terjadi di berbagai wilayah Iran.
Bulan Sabit Merah Iran juga mengonfirmasi seorang stafnya meninggal dunia setelah salah satu gedung bantuan mereka diserang di Gorgan, ibu kota Provinsi Golestan. Selain itu, media pemerintah melaporkan sebuah masjid dibakar di Mashhad, Iran timur, pada Sabtu malam.
Data korban tersebut muncul seiring meningkatnya upaya pemerintah untuk meredam aksi protes terbesar di Iran dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan warga turun ke jalan memprotes lonjakan biaya hidup dan inflasi yang kian membebani masyarakat.
Kementerian Dalam Negeri Iran menyatakan situasi “kerusuhan” berangsur mereda. Namun, Jaksa Agung memperingatkan para pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan berpotensi dijatuhi hukuman mati.


















