Dilansir Reuters, Selasa (26/3/2024), sebanyak 14 negara anggota DK PBB memberikan suara dukungan untuk resolusi yang menuntut gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas yang sudah berperang selama lima bulan terakhir.
Sementara Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu negara anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto, memutuskan memberikan suara abstain dalam voting resolusi yang digelar pada Senin (25/3/2024) waktu setempat.
Meski demikian, resolusigencatan senjata di Jalur Gaza untuk pertama kalinya akhirnya disahkan oleh DK PBB, dimana Washington yang merupakan sekutu Tel Aviv, sebelumnya selalu menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan resolusi serupa.
Resolusi itu menyerukan gencatan senjata segera selama Ramadhan yang wajib dihormati oleh semua pihak. Resolusi tersebut juga menuntut pembebasan semua sandera segera dan tanpa syarat, serta memastikan akses kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan medis dan kebutuhan kemanusiaan lainnya.
“Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyambut seruan Dewan Keamanan PBB untuk segera melakukan gencatan senjata,” kata pernyataan resmi Hamas seperti dilaporkan Sputnik.
Hamas menekankan gencatan senjata seharusnya berlangsung secara permanen dan seluruh pasukan Israel dapat segera menarik diri dari Jalur Gaza.
“Kami menekankan perlunya mencapai gencatan senjata permanen yang akan mengarah pada penarikan semua pasukan Zionis (Israel) dari Jalur Gaza dan kembalinya para pengungsi ke rumah yang mereka tinggalkan,” kata Hamas dalam pernyataannya.
Selain itu, Hamas juga menegaskan kesiapan untuk segera melakukan pertukaran tahanan dengan Israel.
“Dalam konteks teks resolusi, penting untuk menjamin kebebasan bergerak warga Palestina dan akses terhadap semua kebutuhan kemanusiaan bagi seluruh penduduk di seluruh wilayah Jalur Gaza serta pengiriman alat berat untuk membersihkan puing-puing, sehingga kami dapat menguburkan para syuhada kami yang berada di bawah reruntuhan selama berbulan-bulan,” tandasnya.
Israel melancarkan perang besar sejak 7 Oktober tahun lalu, setelah Hamas melakukan serangan mendadak di kota-kota perbatasan Israel, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 200 orang.
Israel kemudian meningkatkan serangan melalui darat, udara, dan laut ke Gaza. Sejauh ini, lebih dari 32.000 warga Palestina tewas dalam perang yang telah berlangsung selama lebih dari lima bulan itu.
Pada 11 Maret 2024, warga Gaza memasuki bulan suci Ramadhan. Kendati demikian, gempuran tentara Israel masih terap berlangsung. Berbagai upaya telah dilakukan dunia internasional untuk mencapai gencatan senjata Israel-Hamas sebelum Ramadan, tetapi gagal.