Joe Biden tampil berapi-api saat menggelar kampanye di Carolina Utara, sehari setelah debat panas dengan Donald Trump. Foto: AP
CAROLINA, (ERAKINI) - Joe Biden tampil penuh semangat dan berapi-api saat menggelar kampanye di Carolina Utara, sehari setelah debat panas dengan Donald Trump.
Joe Biden bertekad memenangkan Pilpres AS yang akan berlangsung November mendatang. Joe Biden berusaha menunjukkan citra percaya diri selama kampanye terbuka, setelah penampilan buruknya dalam perdana dengan , Jumat (28/6/2024) WIB.
"Saya akan memenangkan pemilu ini. Ketika Anda terjatuh, Anda akan bangkit kembali,” ujar Biden menyinggung penampilan debatnya sehari sebelumnya, dilansir AL Jazeera, Sabtu (29/6/2024).
Biden dengan tegas menolak mundur dan memberikan ruang bagi kandidat yang lebih muda dalam menghadapi Trump pada Pilpres 2024. Seruan ini langsung disambut riuh pendukungnya. “Empat tahun lagi, empat tahun lagi, dan AS, AS, AS,” teriak pendukung Biden.
Pidato penuh berapi-api Biden ini muncul setelah banyak pengamat politik menilai penampilan sang Presiden sangat buruk dalam sesi Debat Capres pertama melawan Trump. Pengamat menilai Biden banyak menyampaikan klaim palsu dan retorika yang menghasut. Tanggapan Biden juga terkadang terkesan bertele-tele dan tidak koheren.
Seakan berusaha mendapatkan kembali kepercayaan dirinya dan meyakinkan para pendukung, Biden melancarkan serangan terhadap Trump dengan pernyataan berapi-api pada saat kampanye terbuka itu.
“Saya tahu saya bukan seorang pemuda” kata Biden. “Saya tidak akan mencalonkan diri lagi jika saya tidak percaya dengan sepenuh hati dan jiwa, bahwa saya bisa melakukan pekerjaan ini. Taruhannya terlalu tinggi," tambahnya.
Presiden berusia 81 tahun itu juga mengecam Trump yang mencoba membatalkan hasil pemilu tahun 2020 berdasarkan klaim palsu bahwa pemilu tersebut telah “dicurangi” melalui penipuan besar-besaran .
“Pilihan dalam pemilu ini sederhana: Donald Trump akan menghancurkan demokrasi kita. Saya akan mempertahankannya,” kata Biden.
Trump pada hari Jumat mengecam Biden yang banyak retorika dalam pidatonya. “Kita harus mengambil kembali hal itu ( (jabatan Presiden) dari partai itu (Demokrat). Itu partai yang jahat,” ujarnya.
“Terlepas dari kenyataan bahwa Joe Biden yang licik menghabiskan sepanjang minggu di Camp David (tempat peristirahatan presiden) untuk beristirahat, bekerja, belajar. Dia belajar sangat keras sehingga dia tidak tahu apa yang dia lakukan,” lanjut Trump.
Trump menambahkan, masalah Joe Biden bukanlah usianya, melainkan kompetensinya. Sementara banyak pemilih sebelum debat menyatakan kekhawatirannya mengenai usia Biden. Kinerja Biden yang buruk menyebabkan gelombang seruan agar dia mundur dan memberikan ruang bagi kandidat yang lebih muda.
Masih belum jelas bagaimana calon pemilih akan menanggapi kinerja debat Biden. Namun laporan sejumlah media menggambarkan kepanikan di kalangan pejabat Partai Demokrat. Kekhawatiran mengenai usia Biden telah dipandang sebagai kerentanan politik selama bertahun-tahun.
“Saya khawatir mereka akan menggantikan dia (Biden) dan menempatkan seseorang yang lebih kompetitif,” kata Mike Boatman, seorang pendukung Trump, sebelum kampanye terbuka di Virginia pada hari Jumat.
Juru bicara kampanye Biden Michael Tyler mengatakan belum ada pembicaraan mengenai kemungkinan tersebut. “Kami lebih memilih mengalami satu malam yang buruk daripada seorang kandidat yang memiliki visi buruk tentang tujuan negaranya,” katanya kepada wartawan.
Untuk saat ini, para pejabat Partai Demokrat tampaknya tetap berkomitmen mendukung Biden, meskipun ada keraguan mengenai kekuatannya.
“Masyarakat hanya khawatir. Dan saya katakan bahwa semua orang yang khawatir adalah hal yang sehat, bereaksi berlebihan itu berbahaya,” tegas Anggota Parlemen Emanuel Cleaver, seorang anggota parlemen dari Partai Demokrat.