Ancaman Blokade Trump Bikin Kapal Tanker Ogah Lewat Selat Hormuz
Akhmad Baihaqi Arsyad
SINGAPURA, (ERAKINI) - Arus lalu lintas kapal tanker minyak mulai menghindari Selat Hormuz pada Senin (13/4/2026) sore setelah rencana blokade oleh Amerika Serikat (AS) mencuat. Langkah ini terjadi usai perundingan damai antara AS dan Iran pada akhir pekan gagal mencapai titik temu, berdasarkan data pelayaran terbaru.
Presiden Donald Trump pada Minggu menyampaikan bahwa Angkatan Laut AS akan segera memberlakukan blokade di Selat Hormuz. Pernyataan ini memperkeruh situasi setelah negosiasi panjang dengan Iran tidak menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik, sekaligus mengancam kelangsungan gencatan senjata rapuh yang baru berjalan dua minggu.
Komando Pusat AS mengumumkan bahwa operasi blokade akan dimulai pukul 10.00 waktu setempat (1400 GMT) pada hari Senin, dengan target seluruh aktivitas maritim yang keluar-masuk pelabuhan Iran.
Dalam pernyataannya, pihak militer AS menegaskan bahwa kebijakan ini akan “diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.”
Meski demikian, AS memastikan tidak akan mengganggu kebebasan pelayaran bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju atau dari pelabuhan non-Iran. Informasi tambahan juga akan disampaikan kepada pelaku pelayaran komersial melalui pemberitahuan resmi sebelum blokade dimulai.
















