Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyimak pandangan dari kepala negara lain saat working session 3 KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11/2022). (Foto: Antara/Media Center G20 Indonesia/M Risyal Hidayat/wsj/22)
OVIEDO, (ERAKINI) - Perdana Menteri SpanyolPedro Sanchez menyatakan Madrid terbuka untuk secara sepihak mengakui Negara Palestina, meskipun hal itu bertentangan dengan pendapat Uni Eropa.
Adapun Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo menemani Sanchez berkunjung ke Israel, Palestina, dan Mesir. Sepanjang perjalanan, kedua pemimpin menyerukan perlindungan penduduk sipil di Gaza dan meminta Israel menghormati hukum humaniter internasional.
Usai konferensi pers pada Jumat (23/11/2023) di pintu lintas bata Rafah, Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen memerintahkan duta besar Spanyol dan Belgia di Tel Aviv dipanggil untuk memberikan teguran keras.
"Kami mengutuk klaim palsu dari Perdana Menteri Spanyol dan Belgia yang memberikan dukungan kepada terorisme," tulisnya dalam X, sembari membela diri bahwa Israel sudah bertindak sesuai dengan hukum internasional.
Jika Alexander De Croo lebih menahan diri, Sanchez justru mengatakan Israel tidak menaati hukum internasional dan menuding negara itu melakukan pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap ribuan anak di Gaza. Secara tegas, Sanchez juga mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober.
"Kekerasan hanya akan menciptakan kekerasan lebih besar lagi. Kita perlu mengganti kekerasan dengan harapan dan perdamaian. Ini yang saya katakan kepada presiden dan perdana menteri Israel," kata Sanchez.
Ketika disoal mengenai apakah Belgia akan mengakui Palestina, De Croo mengatakan prioritas pertamanya adalah membebaskan sandera yang ditahan Hamas dan membantu meringankan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
"Selanjutnya, kami perlu mendiskusikan topik tersebut," kata De Croo.
Adapun saat ini, 9 dari 27 negara anggota Uni Eropa mengakui negara Palestina. Pada 2014, Swedia menjadi negara pertama yang melakukan hal tersebut saat menjadi negara anggota Uni Eropa.
Pada Jumat (23/11/2023) sebelumnya, perdana menteri Belgia dan Spanyol bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.
Pihaknya menyarankan komunitas internasional perlu mengambil kendali demi perdamaian abadi di Israel dan Palestina.
"Kita memerlukan pengakuan internasional terhadap negara Palestina, dan PBB perlu melakukan intervensi. Mengambil langkah ini akan mencerminkan keseriusan komunitas internasional dalam menciptakan perdamaian di kawasan ini," katanya.
Abdel Fattah al-Sisi juga menjelaskan pandangan negara Palestina yang didemiliterisasi dengan perbatasan yang telah ditetapkan pada 1967, yang kemungkinan perlu dijaga pasukan internasional. (ant)