Iran Dukung Lebanon dalam Perundingan Gencatan Senjata, Upayakan Akhiri Konflik dengan Israel
Akhmad Baihaqi Arsyad







Hal ini mengisyaratkan bahwa Teheran ingin mengakhiri konflik yang telah memberikan pukulan berat terhadap sekutunya di Lebanon, Hizbullah.
Dua sumber politik senior Lebanon mengatakan kepada Reuters bahwa duta besar AS untuk Lebanon telah menyampaikan rancangan proposal gencatan senjata kepada ketua parlemen Lebanon Nabih Berri pada hari sebelumnya.
Berri didukung oleh Hizbullah untuk bernegosiasi dan bertemu dengan pejabat senior Iran Ali Larijani pada hari Jumat.
Pada konferensi pers, saat disoal apakah dia datang ke Beirut untuk merusak rencana gencatan senjata AS, Larijani mengatakan, “Kami tidak bermaksud menyabotase apa pun. Kami mencari solusi untuk masalah ini.”
“Kami mendukung pemerintah Lebanon dalam segala keadaan. Yang mengganggu adalah Netanyahu dan rakyatnya,” tambah Larijani merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagaimana dikutip dari Arab News, Sabtu (16/11/2024).
Adapun Hizbullah didirikan oleh Garda Revolusi Iran pada tahun 1982, dan dipersenjatai serta dibiayai oleh Teheran. Seorang diplomat senior, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya, menilai bahwa diperlukan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan gencatan senjata, namun ia berharap hal itu dapat dicapai.
Pemerintahan AS yang akan mengakhiri masa jabatannya tampaknya ingin mencapai gencatan senjata di Lebanon, bahkan ketika upaya untuk mengakhiri perang terkait Israel di Jalur Gaza tampaknya gagal total.
Kekuatan dunia mengatakan gencatan senjata di Lebanon harus didasarkan pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 yang mengakhiri perang tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel. Ketentuannya mengharuskan Hizbullah untuk memindahkan senjata dan pejuang ke utara sungai Litani, yang mengalir sekitar 20 km (30 mil) utara perbatasan.
Israel menuntut kebebasan bertindak jika Hizbullah melanggar perjanjian apa pun, yang ditolak oleh Lebanon.
Dalam pertemuan dengan Larijani, Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Mikati mendesak dukungan terhadap posisi Lebanon dalam penerapan 1701 dan menyebut hal ini sebagai prioritas, serta menghentikan “agresi Israel,” kata sebuah pernyataan dari kantornya.
Larijani menekankan “bahwa Iran mendukung setiap keputusan yang diambil pemerintah, khususnya resolusi 1701,” kata pernyataan itu.
Agresi Israel telah memaksa lebih dari 1 juta warga Lebanon meninggalkan rumah mereka, sehingga memicu krisis kemanusiaan. Terbaru, Israel telah meningkatkan pemboman di wilayah tersebut minggu ini, peningkatan yang bertepatan dengan tanda-tanda gerakan diplomasi pimpinan AS menuju gencatan senjata.

