Thomas Matthew Crooks, sosok yang disebut oleh FBI sebagai pelaku penembak mantan Presiden AS Donald Trump. (Foto: BBC)
JAKARTA, (ERAKINI) – FBI menyebut seorang pemuda lokal, Thomas Matthew Crooks, sebagai orang yang menembak Donald Trump saat kampanye di Pennsylvania. Pengumuman dari FBI itu sontak membuat pinggiran kota kecil Pittsburgh tersebut gempar.
Para tim penyelidik percaya bahwa Crooks, yang dipersenjatai dengan senapan semi-otomatis AR-15, melepaskan tembakan ke arah mantan presiden tersebut ketika dia sedang berpidato di depan orang banyak di Butler, Pennsylvania, menyebabkan 1 penonton tewas dan 2 lainnya terluka.
Dilansir dari BBC, Senin (15/7/2024), Crooks yang merupakan pekerja dapur berusia 20 tahun itu ditembak mati di tempat kejadian oleh penembak jitu Dinas Rahasia, kata para pejabat. Namun, di kampung halamannya yang kaya, para tetangga terkejut, tampaknya tidak dapat memahami bagaimana seorang pemuda pendiam kini dituduh melakukan penembakan tersebut.
Di sisi lain, oleh pihak FBI hanya disebutkan bahwa Crooks adalah subyek yang terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap mantan presiden. Saat ini penyelidikan aktif sedang dilakukan.
FBI mengungkapkan bahwa Thomas Crooks tidak membawa identitasnya. Hal itu menjadikan penyelidik menggunakan DNA dan teknologi pengenalan wajah untuk mengidentifikasinya.
Menurut surat kabar lokal, Crooks berasal dari Bethel Park di Pennsylvania, sekitar 70 km (43 mil) dari lokasi percobaan pembunuhan, dan lulus pada tahun 2022 dari Sekolah Menengah Bethel Park dengan hadiah $500 (£385) untuk matematika dan sains. Selain itu, menurut laporan BBC, Crooks bekerja di dapur panti jompo setempat yang tidak jauh dari rumahnya.
Adapun mengenai catatan pemilih di negara bagian menunjukkan bahwa Crooks terdaftar sebagai anggota Partai Republik, menurut media AS. Bahkan ia juga dilaporkan telah menyumbangkan $15 kepada kelompok kampanye liberal ActBlue pada tahun 2021.
Diketahui, Crooks memiliki keanggotaan di klub menembak lokal, Klub Olahragawan Clairton, selama setidaknya satu tahun. Klub tersebut, sebagaimana dilansir dari situs webnya, berbasis di selatan Pittsburgh dan merupakan “salah satu fasilitas penembakan utama di wilayah tiga negara bagian” Pennsylvania, Ohio, dan West Virginia yang memiliki lebih dari 2.000 anggota.
Ia memiliki beberapa jangkauan senjata, termasuk fasilitas senapan berkekuatan tinggi dengan target hingga jarak 171 meter. Menurut pengacara Robert S Bootay III, yang mewakili organisasi tersebut Los Angeles Times, “Jelas, klub sepenuhnya menegur tindakan kekerasan yang tidak masuk akal.”
Sementara itu, pejabat penegak hukum yakin senjata yang digunakan untuk menembak Donald Trump dibeli oleh ayah Crooks, lapor kantor berita Associated Press. Berbicara tanpa mau disebutkan namanya, dua petugas mengatakan kepada AP bahwa ayah Crooks membeli senjata setidaknya 6 bulan lalu.
Crooks saat itu tengah mengenakan T-shirt dari Demolition Ranch, saluran YouTube yang terkenal dengan konten senjata dan pembongkaran, menurut laporan media AS, Saluran ini memiliki jutaan pelanggan yang menampilkan video tentang berbagai senjata dan alat peledak.
Sehari setelah penembakan, sumber penegak hukum juga mengatakan kepada CBS, mitra BBC di AS, bahwa perangkat mencurigakan ditemukan di kendaraan Crooks. Menurut CBS, tersangka memiliki peralatan yang tersedia secara komersial yang tampaknya mampu menghidupkan perangkat tersebut. Teknisi bom dipanggil ke tempat kejadian untuk mengamankan dan menyelidiki perangkat tersebut.