Trump Sebut AS Belum Selesai dengan Iran, Ancam Gempur Fasilitas Nuklir
Akhmad Baihaqi Arsyad
WASHINGTON, (ERAKINI) – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran. Di tengah memanasnya konflik yang telah berlangsung selama dua pekan terakhir, Trump menegaskan bahwa operasi militer Amerika terhadap Teheran masih jauh dari berakhir.
Dalam keterangannya di Gedung Putih pada Selasa (21/7/2026), Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat belum menyelesaikan seluruh target strategisnya di Iran. Bahkan, ia secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan serangan berikutnya akan diarahkan ke fasilitas nuklir bawah tanah yang dikenal dengan nama Pickaxe Mountain.
Lokasi tersebut berada di kawasan dekat Natanz dan diyakini oleh badan-badan intelijen Barat sebagai tempat pembangunan fasilitas pengayaan uranium yang belum pernah diumumkan secara resmi oleh pemerintah Iran.
Trump mengungkapkan bahwa kawasan tersebut kini masuk dalam radar operasi militer Amerika Serikat. “Kami akan menyerang wilayah itu dalam waktu dekat dengan kekuatan yang sangat besar,” kata Trump kepada wartawan.
Presiden AS itu mengakui bahwa biasanya pihaknya tidak pernah mengumumkan sasaran militer sebelum operasi dilakukan. Namun kali ini ia menilai Iran tidak memiliki kemampuan untuk mencegah serangan tersebut.


















