Kata Hamas dan PM Netanyahu soal Tawaran Pemerintah Israel yang Diumumkan Biden
Akhmad Baihaqi Arsyad







PM Netanyahu menegaskan bahwa perang tidak akan berakhir sampai tujuannya tercapai, termasuk kembalinya semua sandera dan penghapusan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas. Dia mengatakan rencana terbaru ini akan memungkinkan Israel untuk menjunjung prinsip-prinsip ini, dilansir dari BBC, Sabtu (1/6/2024).
Sementara itu, Hamas mengatakan bahwa mereka memandang proposal tersebut “secara positif” karena seruannya untuk gencatan senjata permanen, penarikan pasukan Israel dari Gaza, rekonstruksi dan pertukaran tahanan.
"Hamas menegaskan kesiapannya untuk menangani secara positif dan konstruktif setiap proposal yang didasarkan pada gencatan senjata permanen dan penarikan penuh [pasukan Israel] dari Jalur Gaza, rekonstruksi [Gaza], dan kembalinya para pengungs. ke tempat mereka, bersamaan dengan pemenuhan kesepakatan pertukaran tahanan jika pihak pendudukan dengan jelas mengumumkan komitmen terhadap kesepakatan tersebut," kata Hamas dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Arabiya, Sabtu (1/6/2024).
Kelompok tersebut mengatakan pihaknya siap untuk “menangani secara positif dan konstruktif” setiap proposal yang berpusat pada gencatan senjata permanen, asalkan Israel “menyatakan komitmen eksplisitnya terhadap hal tersebut”.
Pejabat Palestina lain yang akrab dengan perundingan tersebut dan telah melihat proposal baru Israel mengatakan bahwa dokumen tersebut tidak mencakup jaminan bahwa perang akan berakhir, atau bahwa pasukan IDF akan menarik diri sepenuhnya dari Gaza. Proposal tersebut telah disampaikan ke Hamas melalui mediator yang berbasis di Qatar.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken meminta rekan-rekannya di Yordania, Arab Saudi, dan Turki untuk mencoba membangun dukungan yang lebih luas terhadap proposal tersebut.
Ditekankan oleh Blinken bahwa Hamas harus menerima kesepakatan itu. “Dan bahwa setiap negara yang memiliki hubungan dengan Hamas harus mendesak mereka untuk melakukannya tanpa penundaan,” kata juru bicara departemen luar negeri Matthew Miller pada Jumat (31/5/2024) malam.
