Kemenag Larang Jemaah Masukkan Air Zam-zam ke Koper
Akhmad Baihaqi Arsyad
MAKKAH, (ERAKINI) – Penyelenggaraan ibadah haji 1444H memasuki tahap pemulangan jemaah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H mengingatkan para jemaah haji untuk tidak mencoba-coba memasukkan air Zamzam ke dalam koper. Pasalnya, koper milik para jemaah akan diperiksa dan dibongkar untuk dikeluarkan air Zam-zam nya. Hal terebut sudah menjadi ketentuan penerbangan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H Subhan Cholid kepada para jemaah. "Jangan masukkan air Zam-zam ke koper bagasi. Sebab, koper berisi air Zamzam akan terdeteksi yang berakibat dibongkar dan dikeluarkan airnya. Ini sudah menjadi ketentuan penerbangan," tegas Subhan Cholid di Makkah, Minggu (2/7/2023).
Adapun kelompok terbang (kloter) awal akan kembali ke Tanah Air mulai 4 Juli 2023. Cholid mengatakan, dua hari sebelum kepulangan akan dilakukan proses penimbangan bagasi dan dilanjutkan pemeriksaan melalui x-ray.
Menurut Subhan, proses penimbangan hari ini dilakukan untuk sejumlah kloter pertama dari sejumlah Embarkasi. Ada Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG 01), Makassar (UPG 01), Solo (SOC 01), Surabaya (SUB 01) dan lainnya. Setelah penimbangan di hotel jemaah, lanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan koper bagasi dengan menggunakan X-Ray Multiview yang dapat mendeteksi barang-barang yang dilarang, termasuk air Zam-zam.
"Dari hasil pemeriksaan hari ini, rata-rata terdapat 30% sampai 40 % jemaah yang memasukkan air Zamzam ke dalam koper. Koper dibongkar untuk mengeluarkan airnya. Sehingga cukup mengganggu dalam proses X-ray barang jemaah," jelas Subhan.
Subhan mengungkapkan, proses pemeriksaan bisa selesai cukup dengan waktu satu jam apabila tanpa adanya proses pembongkaran. “Namun jika harus dibongkar karena terdapat Zam-zam, memakan waktu hingga 3 jam per kloternya,” imbuhnya.
Subhan menyebutkan, jemaah haji akan mendapat lima liter air Zam-zam yang akan dibagikan saat tiba di Asrama Debarkasi. Menurutnya, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines hanya akan mengangkut barang bawaan jemaah berupa tas paspor, koper kabin, dan koper bagasi sesuai standar yang diberikan dan berlogo maskapai.


















