Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi jatuhnya pesawat di Ahmedabad, India, Kamis (12/6/2025. Foto AP
JAKARTA, (ERAKINI) - Pesawat penumpang milik Air India dengan tujuan London jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Ahmedabad, India, Kamis (12/6/2025). Sebanyak 242 orang berada di dalam pesawat saat kecelakaan tragis tersebut terjadi.
Dilansir BBC, penerbangan AI171 berangkat dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad menuju Bandara London Gatwick. Menurut , pesawat pada pukul 13.39 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Gatwick pada pukul 18.25 waktu Inggris (BST). Seluruh operasi di Bandara Internasional Ahmedabad kini ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut, menurut juru bicara bandara.
Pesawat penumpang tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari Ahmedabad. Situs pelacak penerbangan FlightRadar24 melaporkan, sinyal dari pesawat hilang kurang dari satu menit setelah lepas landas. Data pelacakan menunjukkan pesawat terakhir tercatat berada di ketinggian 625 kaki (190 meter).
Otoritas penerbangan India mengatakan pesawat sempat mengirim sinyal mayday ke menara pengawas lalu lintas udara, namun tidak ada respons lebih lanjut dari pesawat setelah itu.
Direktur Jenderal Direktorat Penerbangan Sipil India Faiz Ahmed Kidwai kepada Associated Press (AP), mengungkapkan bahwa penerbangan Air India AI 171 jatuh di kawasan permukiman bernama Meghani Nagar lima menit setelah lepas landas pada pukul 13.38 waktu setempat.
Sementara polisi mengatakan kepada kantor berita ANI bahwa pesawat menabrak asrama dokter. Rekaman video yang telah diverifikasi dari pusat kota Ahmedabad menunjukkan kepulan asap hitam pekat membubung ke langit.
Menurut Air India, terdapat 242 penumpang dan awak di dalam pesawat. Penumpang terdiri dari 169 warga negara India, 53 warga negara Inggris, tujuh warga negara Portugal, dan satu warga negara Kanada. Pesawat yang jatuh adalah jenis Boeing 787-8 Dreamliner, dengan kapasitas total 256 kursi.
Hingga kini pihak berwenang belum merilis data resmi jumlah korban jiwa dalam kecelakaan pesawat itu. Reporter BBC, Roxy Gagdekar, melaporkan bahwa orang-orang di sekitar lokasi kejadian berlarian untuk menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.
Ia juga mengatakan bahwa layanan darurat tengah melakukan operasi penyelamatan dan berusaha memadamkan api, serta terlihat jasad-jasad dievakuasi dari lokasi kejadian.
Pejabat-pejabat setempat telah diperintahkan untuk melakukan operasi penyelamatan dan bantuan secara segera serta menyiapkan penanganan dalam status siaga tinggi.
Ketua Air India, Natarajan Chandrasekaran, mengatakan bahwa pusat darurat telah diaktifkan dan tim dukungan telah disiapkan untuk keluarga yang mencari informasi.
Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan sangat terkejut dan sedih atas kecelakaan ini. "Ini benar-benar memilukan," tulisnya di X, seraya menambahkan bahwa ia terus berkoordinasi dengan para pejabat untuk membantu para korban.
Sementara Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer menyebut situasi yang terjadi di Ahmedabad sebagai "bencana yang menghancurkan".
"Saya terus mendapatkan informasi terbaru seiring situasi berkembang. Doa saya bersama para penumpang dan keluarga mereka di masa yang sangat sulit ini," ujarnya.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, mengatakan pemerintah Inggris telah bekerja sama dengan otoritas setempat di India untuk segera memastikan fakta-fakta dan memberikan bantuan.
Istana Buckingham juga menyatakan Raja Charles terus menerima pembaruan informasi mengenai kecelakaan ini.