Trump Ancam Lumpuhkan Iran, Teheran Tolak Damai dan Konflik Makin Memanas
Akhmad Baihaqi Arsyad
WASHINGTON, (ERAKINI) - Ketegangan global kembali meningkat tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menegaskan bahwa fasilitas energi vital Teheran, termasuk pembangkit listrik dan ladang minyak, akan menjadi sasaran jika Iran tidak membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz.
Ancaman tersebut muncul setelah Iran secara terbuka menolak proposal perdamaian dari Washington yang dinilai tidak masuk akal dan berlebihan. Situasi semakin panas ketika Teheran juga meluncurkan serangan rudal ke Israel, memperluas konflik yang kini telah merambat ke berbagai kawasan di Timur Tengah.
Di sisi lain, militer Israel melaporkan keberhasilan mencegat dua drone yang diluncurkan dari Yaman. Serangan itu terjadi tak lama setelah kelompok Houthi movement yang bersekutu dengan Iran ikut terlibat dengan menembakkan rudal ke wilayah Israel. Tak hanya itu, kelompok Hezbollah di Lebanon juga dilaporkan meluncurkan roket, menambah kompleksitas konflik.
Sebagai balasan, Israel menggempur target yang disebut sebagai infrastruktur militer Iran di Teheran serta fasilitas milik Hizbullah di Beirut. Serangan tersebut meninggalkan kepulan asap tebal di ibu kota Lebanon dan memperparah situasi keamanan regional.
Ketegangan bahkan merambah wilayah udara Turki. Kementerian pertahanan negara itu mengungkapkan bahwa sebuah rudal balistik dari Iran sempat melintasi wilayah mereka sebelum akhirnya berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO di kawasan Mediterania timur.


















