Presiden AS Joe Biden menyampaikan pernyataan yang mengejutkan dengan menyebut Israel akan kehilangan dukungan internasional jika masih terus melanjutkan agresinya di Jalur Gaza. Foto: Antara/Dok
ISTANBUL, (ERAKINI) - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyampaikan pernyataan yang mengejutkan dengan menyebut akan kehilangan dukungan internasional jika masih terus melanjutkan agresinya di .
“Israel mendapat dukungan luar biasa dari sebagian besar negara. Jika mereka terus melakukan hal ini dengan pemerintahan yang sangat konservatif yang mereka miliki, dan (Menteri Keamanan Nasional Itamar) Ben-Gvir dan lainnya, mereka akan kehilangan dukungan dari seluruh dunia, dan itu bukan pada kepentingan Israel,” ujar Biden dalam wawancara langsung di NBC seperti dilansir Anadolu, Rabu (28/2/2024).
Biden menegaskan bahwa bulan puasa Ramadhan akan memberikan peluang untuk gencatan senjata sementara antara militer Israel dengan kelompok Hamas.
“Sudah ada kesepakatan dari pihak Israel bahwa mereka juga tidak akan melakukan aktivitas selama Ramadhan, untuk memberi kami waktu untuk mengeluarkan semua sandera,” katanya.
“Hal ini memberi kita waktu untuk mulai bergerak ke arah yang telah dipersiapkan oleh banyak negara Arab,” ujar Biden menambahkan.
Lebih lanjut Biden menggarisbawahi bahwa Arab Saudi siap mengakui Israel jika pertempuran berhenti.
“Intinya adalah satu-satunya cara Israel akan bertahan pada akhirnya, dan saya telah dikritik karena mengatakan bahwa Anda tidak harus menjadi seorang Yahudi untuk menjadi seorang Zionis. Saya seorang Zionis, tetapi ada satu hal, mereka juga perlu memanfaatkan ajakan perdamaian dan keamanan bagi Israel serta Palestina, yang dimanfaatkan oleh Hamas,” kata Biden.
Di sisi lain, pengamat tetap negara Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Riyad Mansour mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa Gaza saat ini sedang mengalami kelaparan dan kian memburuk setiap harinya akibat agresi kriminal oleh Israel.
"Kita harus berhenti sejenak dan mempertimbangkan apa arti sebenarnya dari hal ini," kata Mansour dalam pertemuan Dewan Keamanan tentang perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.
"Apa artinya mencari makanan di reruntuhan, pasir, dan sampah, memakan pakan ternak atau makanan yang digerogoti tikus," lanjutnya.
Mansour menyebut Israel sebagai perancang dari bencana manusia dan kemanusiaan yang sengaja diciptakan untuk menghukum 2,3 juta warga Palestina yang tinggal di Gaza.
Dia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap kelambanan masyarakat internasional. "Bencana kelaparan dan genosida ini dibiarkan terjadi dan berlanjut hingga selama ini, ini membuat kita semua malu, tidak terkecuali Dewan Keamanan," imbuhnya.
Mansour merujuk pada pernyataan yang dibuat oleh para pejabat tinggi Israel pada Oktober 2023, yang mengindikasikan penggunaan makanan sebagai senjata untuk menekan penduduk Palestina.
Menurut para pemimpin Israel, kebijakan-kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memperburuk kondisi kemanusiaan dan memicu perpindahan massal dari Gaza, sebuah langkah yang mereka sebut sebagai migrasi sukarela untuk menghilangkan ancaman demografis.
Mansour meminta Dewan Keamanan untuk memenuhi tugasnya dalam menangani krisis tersebut. Dia menguraikan tiga tindakan mendesak yang diperlukan untuk memperbaiki situasi mengerikan itu.
Pertama, gencatan senjata yang harus segera dilaksanakan untuk menghentikan agresiIsrael. Kedua distribusi bantuan kemanusiaan yang cepat dan tidak dibatasi di seluruh Gaza.
Ketiga, penerapan langkah-langkah pertanggungjawaban atas kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel. (ant)