Rusia Digempur 500 Drone Ukraina, Serangan Besar-besaran Tewaskan 3 Orang di Moskow
Akhmad Baihaqi Arsyad
MOSKOW, (ERAKINI) – Rusia kembali menjadi sasaran serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Ukraina. Sedikitnya lebih dari 500 drone dilaporkan menyerbu berbagai wilayah Rusia dalam semalam, termasuk kawasan sekitar Moskow. Serangan tersebut menyebabkan tiga orang tewas dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut sistem pertahanan udara mereka berhasil menghancurkan total 556 drone Ukraina yang terdeteksi di lebih dari belasan wilayah berbeda. Serangan ini menjadi salah satu operasi drone terbesar sejak konflik kedua negara memanas.
Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, mengungkapkan bahwa salah satu korban tewas adalah seorang perempuan setelah pesawat nirawak menghantam sebuah rumah pribadi. Selain itu, seorang warga lain sempat tertimbun reruntuhan bangunan akibat ledakan.
Vorobyov juga menjelaskan bahwa dua pria lainnya meninggal dunia dalam serangan yang terjadi pada pagi hari. Ia menambahkan, sedikitnya empat orang mengalami luka-luka dan sejumlah fasilitas infrastruktur turut menjadi target serangan.
Menurutnya, pasukan pertahanan udara Rusia mulai menghadapi gelombang serangan drone sejak pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Sistem pertahanan disebut terus bekerja untuk menghalau serangan skala besar yang mengarah ke wilayah ibu kota.
Di sisi lain, otoritas Moskow melaporkan bahwa setidaknya 74 drone berhasil dicegat di area ibu kota selama semalam. Serangan tersebut menyebabkan 12 orang terluka akibat jatuhnya puing-puing drone yang berhasil ditembak jatuh.
Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan kerusakan yang terjadi tergolong ringan dan tersebar di beberapa titik lokasi jatuhnya serpihan drone.
Ia juga menyebut total 120 drone berhasil dicegat dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Meski wilayah sekitar Moskow cukup sering menjadi sasaran drone, pusat kota Moskow sendiri relatif jarang diserang secara langsung.
Gelombang serangan terbaru ini terjadi setelah berakhirnya gencatan senjata tiga hari dan pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina pada awal pekan lalu.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menyatakan akan meningkatkan serangan balasan terhadap Rusia. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah serangan Rusia di Kyiv menewaskan sedikitnya 24 orang.
Sejak konflik berkepanjangan berlangsung lebih dari empat tahun, Ukraina terus melancarkan serangan ke wilayah Rusia sebagai respons atas bombardir harian yang dilakukan Moskow. Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa sasaran utama mereka adalah fasilitas militer dan infrastruktur energi Rusia.
















