Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: AP).
WASHINGTON, (ERAKINI) - Dalam sebuah jamuan makan malam resmi di Gedung Putih yang digelar untuk menghormati Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Presiden Donald Trump mengumumkan langkah besar dalam hubungan pertahanan Amerika Serikat dan Arab Saudi. Untuk pertama kalinya, Trump mengungkapkan bahwa Washington akan menetapkan Arab Saudi sebagai sekutu utama non-NATO, sebuah status yang secara signifikan memperkuat posisi Riyadh dalam kerja sama militer AS.
“Ini adalah kehormatan besar. Malam ini saya dengan bangga menyampaikan bahwa kami akan meningkatkan kemitraan pertahanan kami ke tingkat baru dengan secara resmi memberi Arab Saudi status sekutu utama non-NATO. Ini sangat penting bagi mereka, dan Anda semua adalah yang pertama mendengarnya,” ujar Trump dalam pidatonya.
Status tersebut membuka pintu bagi kolaborasi militer yang lebih luas, akses prioritas terhadap sistem pertahanan AS, serta mencerminkan bobot simbolis yang besar dalam hubungan kedua negara. Trump menyebut langkah ini sebagai fondasi bagi “tingkatan baru koordinasi pertahanan AS–Saudi.”
Sementara itu, Mohammed bin Salman (MBS) menyampaikan apresiasi mendalam atas penyambutan yang ia sebut hangat dan luar biasa. Ia menegaskan bahwa hubungan Riyadh–Washington telah berakar hampir sembilan dekade sejak pertemuan bersejarah Raja Abdulaziz dan Presiden Franklin D. Roosevelt.
MBS juga menyinggung dua momentum besar: perayaan 250 tahun Amerika Serikat dan mendekatnya usia ke-300 Arab Saudi, yang menurutnya menjadi pengingat perjalanan panjang hubungan kedua negara.
Ia memaparkan bahwa Arab Saudi dan AS telah bekerja sama dalam banyak fase penting sejarah, termasuk selama Perang Dunia II, Perang Dingin, dan upaya global melawan terorisme. Namun, MBS menegaskan bahwa era baru kini terbuka, ditandai percepatan kerja sama ekonomi yang berkembang di berbagai sektor strategis.
“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa. Cakrawala kerja sama ekonomi kita jauh lebih luas dibandingkan sebelumnya. Banyak perjanjian telah ditandatangani, dan kami siap memperdalam kolaborasi itu,” kata MBS.
Kesepakatan Raksasa: Dari Nuklir Sipil hingga Mineral Penting
Trump memuji kepemimpinan Putra Mahkota dan menggambarkan sejumlah kesepakatan yang ditandatangani sebagai belum pernah terjadi sebelumnya.
Kesepakatan tersebut meliputi:
- Kerja sama energi nuklir sipil
- Pengembangan mineral kritis
- Kolaborasi dalam kecerdasan buatan dan teknologi masa depan.
Trump juga mengungkapkan bahwa Arab Saudi tengah bersiap mengakuisisi peralatan serta layanan militer AS senilai hampir 142 miliar dolar AS, yang ia sebut sebagai pembelian persenjataan terbesar dalam sejarah dunia.
Menurut Trump, peningkatan kapasitas pertahanan Arab Saudi adalah bagian dari strategi menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat posisi Kerajaan sebagai salah satu pilar keamanan Timur Tengah.
Selain penetapan status sekutu utama non-NATO, kedua negara menandatangani perjanjian pertahanan strategis yang digambarkan Trump sebagai landasan pembentukan aliansi yang lebih solid dan efektif. Perjanjian ini diklaim dapat membawa Timur Tengah ke titik terdekat menuju perdamaian abadi yang sesungguhnya.
Trump juga berterima kasih kepada Putra Mahkota atas perannya dalam dinamika regional terbaru, termasuk kontribusi terhadap upaya mengakhiri perang di Gaza. “Bahkan para analis terbaik menyebut perubahan ini sebagai suatu keajaiban,” ujarnya.
Kedua pemimpin menutup pertemuan tersebut dengan menggambarkan momen ini sebagai awal dari babak baru hubungan AS–Arab Saudi, lebih mendalam, lebih strategis, dan penuh agenda ambisius di masa depan.