Banjir Libya Telan Lebih dari 6.000 Korban Tewas, KBRI Pastikan WNI Aman
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKART, (ERAKINI) - Banjir Bandang yang menerjang Libya telah menelan lebih dari 6.000 orang tewas hingga Rabu (13/9/2023) menurut informasi dari sejumlah sumber.
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit menyebutkan jumlah orang hilang akibat banjir mencapai 10.000 orang pada Senin (11/9/2023).
Kondisi banjir bandang yang terjadi di Libya tersebut terlihat lewat sejumlah video yang tersebar di media sosial. Tampak arus deras mengalir di pusat kota sampai hampir seluruh bangunan yang dilewati arus banjir hancur.
Banjir bandang itu dipicu hujan lebat akibat siklon dahsyat yang terjadi pada Minggu (10/9/2023), hingga banjir tersebut menyapu sejumlah daerah terutama di Kota Benghazi, Al Bayda, Al-Marj, Soussa dan Derna wilayah Libya Timur.
KBRI Pastikan WNI Aman
Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban bencana banjir yang melanda Libya Timur.
Sebagian besar WNI di Libya, yang berdasarkan data KBRI Tripoli berjumlah 282 orang, bertempat tinggal di Libya bagian Barat.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, melalui pesan singkat, Selasa (12/9/2023).
"KBRI Tripoli terus memantau perkembangan di lapangan, dan telah mengeluarkan imbauan melalui jejaring masyarakat agar WNI di wilayah tersebut meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau prakiraan cuaca melalui media resmi pemerintah Libya," kata Judha Nugraha.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah Libya telah menetapkan status siaga/darurat, sedangkan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
KBRI Tripoli telah berkomunikasi dengan otoritas di Libya timur dan komunitas Indonesia.
Dalam keadaan darurat, WNI di seluruh Libya dapat menghubungi Hotline KBRI Tripoli 24 jam dengan nomor +218 94 481 5608.
Libya Siapkan Rp6,3 T untuk Rekonstruksi
Sementara itu, Kepala pemerintahan persatuan Libya yang bermarkas di Tripoli, Abdul Hamid Dbeibeh, pada Selasa (12/9/2023) mengumumkan alokasi 2 miliar dinar Libya atau sekitar Rp6,3 triliun untuk Benghazi and Derna Cities Reconstruction Fund guna membangun kembali kota-kota terdampak banjir.


















