Petugas pertolongan pertama terlihat di area yang ditutup di luar Trump International Hotel di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, pada 1 Januari 2025. Satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka pada hari Rabu setelah ledakan Tesla Cybertruck di luar Trump hotel tersebut. (Foto: Xinhua)
LOS ANGELES, (ERAKINI) - Satu orang tewas dan 7 lainnya terluka pada Rabu (1/1/2025) setelah ledakanTesla Cybertruck di luar hotel Trump di Las Vegas, menurut keterangan polisi setempat yang dikutip oleh stasiun televisi lokal KSNV, media lokal.
Satu orang tersebut tewas usai Tesla Cybertruck terbakar di luar Trump International Hotel dekat ujung utara Las Vegas Strip pada Rabu (1/1/2025) pagi.
Kebakaran kendaraan pertama kali dilaporkan sekitar pukul 08.40 waktu setempat di area valet hotel. Cybertruck berhenti di depan pintu masuk ketika asap mulai terlihat dan terjadi ledakan, kata Sheriff Clark County Kevin McMahill, seraya menambahkan bahwa satu orang di dalam kendaraan tewas.
Departemen Kepolisian Metropolitan Las Vegas mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa "Kami sedang menyelidiki kebakaran kendaraan di pintu masuk Trump Towers. Api sudah padam. Harap hindari area tersebut."
Para pejabat mengkonfirmasi kepada media bahwa tujuh orang menderita luka ringan akibat ledakan tersebut, dan dua di antaranya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kebanyakan orang yang menginap di Trump International telah dipindahkan ke hotel terdekat, Resorts World Las Vega, demikian laporan stasiun televisi KSNV yang mengutip McMahill.
Video yang diposting di media sosial menunjukkan Tesla Cybertruck dilalap api di luar pintu masuk lobi hotel.
Pihak berwenang mengatakan mereka sedang menyelidiki ledakan tersebut. Seorang pejabat yang memberi pengarahan tentang penyelidikan tersebut mengatakan kepada ABC News bahwa Tesla Cybertruck membawa muatan mortir bergaya kembang api di dalamnya.
Penyelidik segera bekerja untuk menentukan motif dan apakah pengemudi bermaksud memicu ledakan dan alasannya, kata laporan itu, sambil mencatat bahwa "Sampai motif ditentukan dan kemungkinan lain dikesampingkan, polisi menganggap ledakan itu sebagai kemungkinan tindakan kriminal. dan kemungkinan aksi teror."
Elon Musk, salah satu pendiri dan CEO Tesla, mengatakan dalam sebuah postingan di X, "Seluruh tim senior Tesla sedang menyelidiki masalah ini sekarang."
Sekutu setia Presiden terpilih AS Donald Trump menyatakan bahwa "Kami belum pernah melihat hal seperti ini. Kami sekarang telah mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh kembang api yang sangat besar dan/atau bom yang dibawa di dalam Cybertruck sewaan dan tidak ada hubungannya dengan kendaraan itu sendiri," katanya
Sementara itu, Eric Trump, putra presiden terpilih dan pemimpin Trump Organization, dalam sebuah postingan di X mengatakan, “Sebelumnya hari ini, dilaporkan terjadi kebakaran kendaraan listrik di porte cochère Trump Las Vegas.”
“Keselamatan dan kesejahteraan tamu dan staf kami tetap menjadi prioritas utama kami. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Departemen Pemadam Kebakaran Las Vegas dan penegak hukum setempat atas respons cepat dan profesionalisme mereka,” tambahnya.