Rahasia Umur Panjang Dua Jemaah Asal Indonesia
Fajar WH
MAKKAH, (ERAKINI) - Musim haji tahun ini jemaah haji lansia masih mendominasi jumlah jemaah haji Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), dari 241.000 jemaah, 44.795 di antaranya merupakan jemaah haji lansia.
Dua di antara jemaah itu adalah Mbah Hardjo (109 tahun) asal Ponorogo, Jawa Timur dan Abah Salim (101 tahun) asal Pandeglang, Banten.
Meski telah berusia 101 tahun Abah Salim menolak saat petugas haji mencoba membantu menuntun turun dari bus menuju hotel tempatnya menginap.
Langkahnya tegap meski sedikit lambat saat turun dari bus. Satu per satu anak tangga dinaikinya tanpa kesusahan.
“Teu kudu, bisa sorangan (tidak usah, bisa sendiri),” ujar Abah Salim menepis tangan petugas haji yang akan memapahnya, di hotelnya yang berada di wilayah Syisyah, Makkah, Ahad (26/5/2024) sore.
Keinginan naik haji sudah ada sejak lama. Namun ia baru mendaftar pada 2019 atau saat berusia 96 tahun. Tak sendiri, ia ditemani istrinya, Aminah yang usianya 21 lebih muda.
Ia mengaku kondisinya yang masih lumayan sehat ini merupakan laku puasa yang dijalaninya selama ini. “Jadi abah mah, puasa Senin-Kamis sebulan, terus puasa 40 hari, terus puasa 100 hari, terus meuncit (potong) kambing,” ujarnya.
Selain itu, Abah Salim melanjutkan, sebelum tidur, ia kerap membaca berbagai doa Alfatihah, surat Al Qadr, Annas, Alfalaq, Al Ikhlas. Masing-masing surat itu dibacanya sehari tujuh kali.
Abah Salim yakin dengan hasil ikhtiarnya itu. Karenanya, sejak awal ia sudah memberitahu ketua rombongannya jika dirinya tak ingin menggunakan kursi roda saat menjalankan ibadah ibadah tawaf dan sai di Masjidil Haram. Sementara istrinya, Aminah, mengaku akan menggunakan kursi roda saat menjalankan dua ibadah itu. “Kuat, teu kudu make kursi roda,” ujarnya yang mengaku selama di Madinah 9 hari lalu, selalu salat di Masjid Nabawi.


















