Search

Pentagon Ungkap 140 Personel Militer AS Terluka dalam Perang Iran

WASHINGTON, (ERAKINI) - Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran terus memuncak. Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) melaporkan bahwa sekitar 140 prajurit AS mengalami luka-luka sejak operasi militer terhadap Iran dimulai.

Informasi tersebut disampaikan Pentagon pada Selasa. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menegaskan bahwa sebagian besar korban mengalami cedera ringan dan telah kembali menjalankan tugasnya di lapangan.

“Sebagian besar cedera ini ringan, dan 108 anggota militer telah kembali bertugas,” ujar Parnell dalam keterangan resminya.

Meski demikian, masih ada sejumlah personel yang mengalami kondisi lebih serius. Pentagon menyatakan delapan tentara Amerika masih menjalani perawatan intensif karena luka berat.

“Delapan anggota militer masih terdaftar sebagai cedera parah dan menerima perawatan medis tingkat tertinggi,” tambahnya.

Selain korban luka, militer Amerika sebelumnya juga mengonfirmasi adanya korban jiwa pada tahap awal konflik. Tercatat tujuh prajurit AS tewas akibat serangan Iran. Enam di antaranya gugur di Kuwait, sementara satu lainnya meninggal di Arab Saudi.

Konflik memanas setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi udara berskala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut langsung memicu respons keras dari Teheran yang membalas dengan peluncuran rudal serta drone ke sejumlah wilayah di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan atau penempatan pasukan Amerika.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, pada hari yang sama juga menyampaikan bahwa operasi militer AS terhadap Iran semakin diperkuat. Ia menyebut intensitas serangan Amerika meningkat, sementara jumlah serangan balasan Iran melalui drone dan rudal disebut mengalami penurunan signifikan.