Kebijakan Inovatif Menag Yaqut Kunci Suksesnya Penyelenggaraan Haji 2024
Abdul Rahman Ahdori
MAKKAH, (ERAKINI) - Gelaran Haji tahun 2024 terbilang sukses. Penyelenggaraannya jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Kesuksesan ini tidak terlepas dari aneka macam kebijakan inovatif Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
“Kebijakan inovatif itu setidaknya ada tiga. Pertama, kebijakan Murur saat di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Murur merupakan ikhtiar pemerintah, dalam hal ini Kemenag, untuk meminimalisasi risiko gelaran haji,” Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Penda) Balitbang Diklat Kemenag RI, Mohsen Alaydrus, Jumat (21/6/2024).
Kebijakan Murur, lanjut dia, berupa pendorongan sebagian jamaah langsung dari Arafah ke Mina. Khususnya bagi jamaah haji berkategori rentan seperti lansia dan kaum disabilitas tanpa melakukan mabit (bermalam) di Muzdalifah.
“Apalagi di sini cuaca sangat ekstrem. Tercatat di Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu-red) per hari ini 188 jamaah haji Indonesia wafat,” ungkap pria yang sedang bertugas monitoring haji 2024 ini.
Kedua, keberadaan petugas PPIH yang dahsyat, tangguh, dan bertalenta. Keberadaan mereka yang cepat tanggap dalam mendampingi jamaah haji lansia turut serta mengamankan gelaran haji yang mengusung tema Haji Ramah Lansia ini.
“Saya melihat dan menyaksikan betapa para petugas gercep alias gerak cepat bahu-membahu dalam membantu jamaah lansia tanpa pandang bulu,” tutur Habib Mohsen.
Menurutnya, kebijakan pemerintah melalui Kemenag yang memberi perhatian besar terhadap para jamaah lansia membuat mereka tidak lagi perlu khawatir, takut, atau ragu sedikit pun dalam menjalani ibadah haji.
“Sejak dari embarkasi, bandara keberangkatan, saat penerbangan menuju Saudi, di bandara kedatangan, hotel di Makkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, Mina seluruhnya mendapat layanan terus. Insyallah hingga di debarkasi saat kembali ke Tanah Air,” sambungnya.


















