WASHINGTON, (ERAKINI) - Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump, mengungkapkan bahwa pemerintahannya tengah menjalin komunikasi dengan sosok berpengaruh dari Iran yang ia sebut sebagai figur “terhormat”. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Teheran kini menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan.
Dalam langkah yang mengejutkan, Trump memutuskan untuk memberi tambahan waktu bagi Iran. Tenggat yang sebelumnya diberikan kini diperpanjang lima hari, memberi kesempatan bagi negara tersebut untuk membuka kembali jalur vital Selat Hormuz, rute strategis yang menjadi nadi perdagangan minyak dunia, atau menghadapi ancaman serangan terhadap infrastruktur listriknya.
Pernyataan ini langsung mengguncang pasar global. Harga minyak yang sempat melonjak mulai mereda, sementara pasar saham bereaksi fluktuatif. Situasi ini menciptakan jeda ketegangan setelah sebelumnya kedua negara saling melontarkan ancaman keras, termasuk potensi gangguan listrik massal dan krisis air akibat terhentinya fasilitas desalinasi di kawasan Teluk.
Trump juga mengungkapkan bahwa utusan khususnya, Steve Witkoff, bersama menantunya, Jared Kushner, telah melakukan komunikasi dengan pihak Iran. Namun, ia menegaskan bahwa belum ada kontak langsung dengan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Di sisi lain, Teheran membantah keras klaim tersebut. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyatakan bahwa tidak ada negosiasi yang berlangsung. Ia bahkan menuding kabar tersebut sebagai manipulasi informasi yang bertujuan memengaruhi pasar energi dan finansial.
Meski demikian, Trump tetap optimistis bahwa jalur diplomasi terbuka. Ia menegaskan bahwa jika kesepakatan tercapai, Amerika Serikat akan mengambil alih uranium yang telah diperkaya oleh Iran, isu sensitif yang selama ini menjadi titik konflik utama. Iran sendiri berulang kali menolak tuntutan tersebut dan bersikeras bahwa program nuklirnya bertujuan damai.
Sinyal lain muncul dari kawasan regional. Turki dan Mesir dilaporkan mulai mengambil peran sebagai mediator. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, diketahui melakukan komunikasi dengan mitranya dari Turki, Hakan Fidan. Ankara sebelumnya memang dikenal pernah memfasilitasi dialog antara Teheran dan Washington.
Tak hanya itu, Presiden Mesir, Abdel-Fattah El-Sisi, disebut telah menyampaikan pesan tegas kepada Iran yang menekankan pentingnya meredakan konflik. Upaya diplomatik juga diperluas melalui komunikasi dengan berbagai negara seperti Qatar, Arab Saudi, Pakistan, hingga Uni Eropa.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengisyaratkan bahwa negaranya mengetahui adanya komunikasi antara kedua pihak, meski tidak merinci lebih lanjut.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ini telah menelan lebih dari 2.000 korban jiwa, serta mengguncang stabilitas ekonomi global. Selain memicu lonjakan harga energi, perang ini juga mengancam jalur penerbangan internasional yang sibuk.