Kemenag Kembali Buka Layanan Bus Bagi Jemaah yang Akan Tawaf Ifadhah
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Setelah dihentikan sementara, bus yang melayani ratusan ribu jemaah haji Indonesia untuk melakukan Thawaf Ifadhah kembali dibuka. Bus ini akan melayani jemaah dari tempat penginapan (hotel) ke Masjidil Haram dalam rangka Thawaf Ifadhah.
Thawaf merupakan rukun haji yang wajib dilakukan oleh umat Muslim ketika menunaikan ibadah haji di Makkah.
“Jemaah dapat memanfaatkan bus shalawat tersebut ke Masjidil Haram untuk Tawaf Ifadah,” kata Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado dalam keterangan persnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Ahad (2/7/2023).
Imbauan ini, lanjut dia, berlaku bagi seluruh jemaah haji Indonesia yang saat ini baru saja selesai melaksanakan kegiatan di Mina. Untuk memastikan bahwa tidak ada jemaah yang tertinggal bahkan terlantar, petugas haji melakukan sweeping ke tenda-tenda jemaah. Bila ditemukan jemaah tertinggal, petugas akan langsng mengantarkannya ke hotel.
“Selain jemaah, petugas juga menyisir barang-barang bawaan jemaah yang tertinggal di tenda. Setelah dikumpulkan dan di data, barang-barang tersebut dikembalikan ke jemaah melalui petugas kloter,” sambungnya.
Dodo menyampaikan bahwa thawaf ifadah dimulai sejak tengah malam pada hari Nahr, tanggal 10 Dzulhijjah. Tawaf Ifadah, lanjutnya, dapat dilakukan selama jemaah haji masih di Mekkah, dan tidak ada batas akhir waktunya.
“Mengakhirkan Thawaf Ifadhah hukumnya boleh, dan tidak dikenakan dam,” ucap dia.
Kepada Jemaah, Dodo menyarankan jemaah haji gelombang I kloter 1 sampai 10 agar menyegerakan Tawaf Ifadah, dan mempersiapkan kepulangan.
“Jemaah haji gelombang 2, dapat mengakhirkan Thawaf Ifadah dan menunggu agar kepadatan Masjidil Haram berkurang serta memberi kesempatan kepada jemaah gelombang 1 untuk melaksanakan Tawaf Ifadah terlebih dahulu,” jelasnya.
Selanjutnya, pemerintah juga mengimbau jemaah agar memanfaatkan waktunya dengan istirahat di hotel sebelum menjalani Thawaf Ifadah dan Sa’i. Karena kondisi Masjidil Haram yang padat, jemaah dimohon tetap dalam rombongannya masing-masing serta tidak memisahkan diri.
“Jemaah lansia, risti dan penyandang disabilitas dapat memanfaatkan layanan kursi roda dan skuter dari petugas resmi untuk Tawaf dan Sa’I, agar prosesnya berjalan lancar, aman dan tidak kelelahan,” imbuhnya.

















