Penampakan fasilitas nuklir di Isfahan, Iran, yang diklaim diserang Angkatan Udara Israel. Foto: X @AvichayAdraee
JAKARTA, (ERAKINI) - Israel kembali menyerang situs nuklir Isfahan di Iran. Sementara serangan rudalIran memicu kebakaran hebat di Tel Aviv.
Perang antara dan semakin memuncak setelah terbaru menghantam fasilitas nuklir di Isfahan, , Sabtu (21/6) waktu setempat. Ini merupakan serangan kedua di wilayah tersebut dalam seminggu terakhir, di tengah konflik yang telah menewaskan sedikitnya 430 orang di dan 24 orang di .
Asap tebal terlihat membumbung dari wilayah pegunungan dekat Kota Isfahan usai serangan. Meski sistem pertahanan udara Iran berhasil diaktifkan, rudal-rudalIsrael disebut menghantam fasilitas konversi uranium yang penting bagi program nuklir Iran.
Di pihak Israel, ledakan terdengar di atas Tel Aviv, di mana beberapa bangunan dilaporkan terbakar. Di Israel tengah, layanan darurat merilis gambar kebakaran di atap gedung tempat tinggal bertingkat. Media lokal menyebut api disebabkan oleh puing-puing dari rudalIran yang berhasil dicegat.
Setidaknya 24 orang tewas akibat serangan rudalIran di Israel, menjadikannya konflik paling mematikan antara kedua negara yang telah lama bermusuhan.
Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, menyebut serangan tersebut menargetkan fasilitas utama yang digunakan dalam proses pengayaan uranium serta bangunan yang memproduksi sentrifugal. “Kami terus menghantam proyek nuklir Iran,” ujarnya melalui pernyataan resmi, dilansir Al Jazeera.
Adraee juga merilis rekaman video dan foto serangan tersebut di media sosial X. Meski tidak ada korban jiwa dilaporkan dari serangan di Isfahan, Iran mengakui bahwa sejumlah fasilitas vital telah terdampak.
Sementara Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi bahwa bengkel produksi sentrifugal di Isfahan terkena serangan. Namun demikian, tidak ada dampak signifikan.
“Tidak ada bahan nuklir di lokasi tersebut, sehingga serangan ini tidak menimbulkan dampak radiologis,” kata Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi.
Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, menyatakan pihaknya bersiap menghadapi skenario terburuk. “Kami siap menangani dampak jika terjadi kebocoran nuklir,” katanya.
Di sisi lain, Israel juga menyerang instalasi militer di Kota Shiraz, Provinsi Fars. Sementara itu, di wilayah Israel, ledakan terdengar di atas Tel Aviv. Beberapa bangunan dilaporkan terbakar, termasuk sebuah apartemen bertingkat yang atapnya dihantam serpihan rudalIran yang dicegat.
Menurut otoritas lokal, 24 orang telah tewas akibat serangan rudalIran di Israel dalam eskalasi terburuk konflik kedua negara dalam beberapa dekade terakhir.
Dalam serangan terpisah, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa Israel telah menewaskan Saeed Izadi, komandan Korps Palestina dari Pasukan Quds, sayap luar negeri Garda Revolusi Islam (IRGC).
Izadi disebut terlibat dalam pendanaan dan persenjataan kelompok Hamas sebelum serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023. IRGC mengonfirmasi lima anggotanya tewas dalam serangan terbaru Israel, meskipun tidak menyebut nama Izadi.
Perang kembali meletus pada 13 Juni, saat Israel meluncurkan gelombang serangan udara ke sejumlah lokasi strategis di Iran, termasuk fasilitas nuklir dan militer. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah Israel.
Israel mengklaim bahwa serangan mereka bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun, laporan IAEA dan intelijen Amerika Serikat menyatakan belum ditemukan indikasi bahwa Iran sedang membangun bom nuklir, meskipun pengayaan uranium di negara itu telah melampaui batas kebutuhan sipil.
Pemerintah Iran tetap membuka pintu untuk dialog internasional. Juru bicara pemerintah, Fatemeh Mohajerani, kepada Al Jazeera menyatakan, “Diplomat kami hadir di Jenewa untuk mendengar pandangan pihak lain. Tapi diplomasi harus dimulai dari pengakuan dunia atas serangan Israel terhadap Iran.”
Jurnalis Al Jazeera, Tohid Asadi, melaporkan dari Teheran bahwa warga sipil menjadi pihak yang paling terdampak.
“Israel tidak hanya menargetkan fasilitas militer dan nuklir. Serangan ini menyasar area sipil, membuat banyak warga ibu kota memilih mengungsi,” katanya.
Dengan lebih dari 10 juta penduduk di Kota Teheran dan 14 juta di Provinsi Teheran, serangan ini telah memberikan tekanan besar pada daerah sekitar dan infrastruktur darurat di Iran.
Konflik yang terus meningkat ini menimbulkan kekhawatiran luas akan pecahnya perang berskala besar di kawasan Timur Tengah, terutama jika fasilitas nuklir kembali menjadi sasaran.