Hingga saat ini penyelidikan masih terus dilakukan pihak berwenang. Namun, pemerintah Turki bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Menteri Kehakiman Turki, Yilmaz Tunc, mengatakan sejauh ini sebanyak 11 orang telah ditahan terkait insiden tersebut. Di antara mereka yang ditahan adalah Wakil Wali Kota Bolu, karena dianggap bertanggung jawab atas departemen pemadam kebakaran.
Selain itu, mereka yang ditahan adalah Kepala Pemadam Kebakaran, serta pemilik dan manajer hotel tempat kejadian. "Investigasi masih berlangsung," ujar Tunc di platform media sosial X, dikutip, Jumat (24/1/2025).
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Rabu (22/1) telah mengumumkan kejadian itu sebagai hari berkabung nasional. Erdogan pun menegaskan bahwa pihak yang bertanggung jawab atas bencana ini akan dimintai pertanggungjawaban di depan hukum.
Diketahui, kebakaran dimulai di area restoran yang terletak di lantai empat hotel berlantai 12 itu, sebelum merembet dengan cepat ke lantai-lantai di atasnya. Kebakaran ini terjadi saat musim puncak liburan musim dingin. Banyak keluarga sedan menikmati waktu liburan mereka dengan mengincap di hotel.
Kartalkaya, yang terletak di pegunungan Koroglu sekitar 300 km sebelah timur Istanbul, dikenal sebagai salah satu resor ski paling populer di Turki. Saat ini hotel-hotel di sana hampir penuh oleh tamu yang menikmati liburan. Ketika kebakaran terjadi, hotel tersebut sedang menampung 238 tamu yang menikmati liburan musim dingin di resor ski itu.
Kebakaran Hotel Paling Mematikan Kebakaran yang melanda Grand Kartal Hote menjadi bencana paling mematikan dalam sejarah perhotelan Turki. Kebakaran ini pun menimbulkan sejumlah pertanyaan besar terkait sistem keselamatan dan respons terhadap bencana di hotel yang memiliki reputasi sebagai tempat yang aman untuk para pengunjung.
Mengutip BBC, beberapa orang yang selamat mengungkapkan bahwa mereka tidak mendengar bunyi alarm kebakaran saat kejadian. Bahkan, beberapa tamu mengklaim mereka mencium bau asap lebih dari satu jam sebelum api mulai meluas.
Para ahli kebakaran sebelumnya tidak menduga bahwa kebakaran ini akan menelan korban jiwa sebanyak itu, mengingat sistem proteksi kebakaran di hotel tersebut seharusnya berfungsi dengan baik.
Hotel 12 lantai yang terletak di daerah pegunungan Koroglu ini merupakan resor ski populer yang menampung ribuan pengunjung setiap tahunnya. Kebakaran dilaporkan dimulai pada pukul 03.27 waktu setempat di area restoran yang terletak di lantai empat hotel.
Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar 45 menit kemudian. Namun, beberapa korban selamat mengatakan mereka sudah mencium bau asap sejak satu jam sebelumnya.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Mehmet Nuri Ersoy, menyatakan bahwa hotel tersebut memiliki sertifikat kompetensi kebakaran yang dikeluarkan oleh pemadam kebakaran. Namun, hal ini dibantah oleh Wali Kota Bolu, Tanju Ozcan, yang mengungkapkan bahwa pemadam kebakaran setempat belum mengeluarkan laporan positif tentang kondisi hotel tersebut sejak tahun 2007.
Atakan Yelkovan, salah satu tamu yang selamat, menceritakan bagaimana ia dan keluarganya turun lebih awal setelah mencium bau asap. "Alarm tidak berbunyi. Butuh waktu sekitar satu hingga satu setengah jam hingga pemadam kebakaran datang, sementara lantai empat dan lima sudah terbakar," katanya.
Beberapa korban yang berada di lantai atas mencoba melarikan diri dengan menggunakan tempat tidur atau melompat dari jendela hotel. Eylem Senturk, korban selamat lainnya, mengatakan bahwa alarm kebakaran baru berbunyi setelah ia berhasil keluar dari gedung. "Suami saya harus melompat dari teras karena asap begitu tebal. Kami sangat beruntung bisa selamat," ucapnya.