Erdogan Telepon Trump, Bahas Suriah, Gaza dan Arah Perdamaian Dunia
Akhmad Baihaqi Arsyad
ANKARA, (ERAKINI) - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan komunikasi intensif dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui sambungan telepon pada Selasa (20/1/2026). Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin negara menyoroti situasi terkini di Suriah dan Gaza, menyusul pengumuman gencatan senjata antara pemerintah Suriah yang mendapat dukungan Turki dan pasukan Kurdi sekutu Amerika Serikat setelah bentrokan yang berlangsung beberapa hari.
Selain itu, Ankara juga tengah menimbang kemungkinan keterlibatan Erdogan dalam inisiatif internasional yang digagas Trump, yakni pembentukan ‘Dewan Perdamaian’.
Melansir Arab News, Kepresidenan Turki dalam pernyataan resminya menyampaikan bahwa Erdogan menegaskan komitmen Ankara untuk terus memantau perkembangan di Suriah. Ia menekankan bahwa persatuan nasional, stabilitas politik, dan keutuhan wilayah Suriah merupakan kepentingan strategis bagi Turki.
Sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa ia telah menjalani percakapan yang “sangat baik” dengan Erdogan, meski tidak merinci isi pembahasan tersebut.
Pemerintah Suriah dilaporkan berhasil menguasai sebagian besar wilayah timur laut negara itu dalam beberapa hari terakhir. Otoritas Damaskus juga memberikan tenggat waktu empat hari kepada Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin kelompok Kurdi untuk menyetujui proses integrasi ke dalam struktur negara pusat.

















