Cari Militan Hamas, Israel Tembaki Ribuan Orang di RS Al-Shifa Gaza!
Abdul Rahman Ahdori
GAZA, (ERAKINI)-Pasukan Israel telah menutup Al Shifa terus menerus, yang merupakan RS terbesar di Gaza. Amerika menyebut Hamas memiliki pusat komando bawah tanah yang berada di bawah RS. Namun hal ini dibantah keras oleh kelompok Palestina dan pejabat kesehatan.
Ribuan orang yang telah mengungsi mencari perlindungan di Al Shifa di tengah bombardemen Israel yang tanpa henti di wilayah kantung itu. Banyak dari mereka pergi dengan harapan menemukan tempat aman di Gaza selatan, namun serangan terus berlanjut.
Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa mengatakan cara terbaik memastikan keamanan pasien dan juga warga sipil yang mengungsi di RS Al-Shifa bukan dengan evakuasi yang beresiko melainkan "menghentikan pertempuran sekarang."
Menjawab pertanyaan Anadolu pada konferensi PBB di Jenewa, juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan permusuhan harus berhenti demi menyelamatkan nyawa, bukan menghilangkan nyawa."
Harris menekankan bahwa setiap orang di RS berada dalam situasi yang sangat, sangat mengerikan, seraya menambahkan bawa RS tidak hanya menaungi 700 pasien tapi juga 400 staf kesehatan dan sekitar tiga ribu pengungsi.
Dia juga menambahkan bahwa RS melaporkan 20 pasien meninggal dalam 48 jam terakhir.
Israel mulai melakukan serangan ke Gaza setelah serangan mendadak lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober dimana sebanyak 1.200 orang tewas dan 200 lainnya dibawa ke Gaza sebagai sandera. Israel kemudian pada Jumat merevisi korban jiwa menjadi 1.400.
Amerika Serikat pada Selasa (14/11) menuding Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ) menggunakan Rumah Sakit Al Shifa Gaza sebagai "simpul komando dan kendali," serta mengatakan intelijen internal menguatkan klaim .


















