Ilustrasi - Kelompok militan Irak mengklaim serangan pesawat tak berawak di Eilat, kota pelabuhan selatan Israel. (Foto: Istimewa)
BAGHDAD, (ERAKINI) - Kelompok milisi Syiah ‘Perlawanan Islam di Irak’ pada Selasa (20/8/2024) mengaku bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak di sebuah lokasi di Eilat, kota pelabuhan selatan .
Hal itu disampaikan oleh kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan online. Mereka mengatakan bahwa para pejuangnya melakukan serangan pada Selasa (20/8/2024) malam di lokasi penting di Eilat.
Mereka menyebut bahwa serangan itu dilakukan sebagai solidaritas dengan rakyat Gaza dan berjanji untuk terus menargetkan benteng musuh. Namun, pernyataan itu tidak memberikan rincian mengenai lokasi yang menjadi sasaran atau korban jiwa, dan pihak berwenang Israel belum mengomentari dugaan serangan tersebut.
Terpisah, Hizbullah telah menembakkan 75 roket dari Lebanon ke Israel utara dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada Selasa (20/8/2024) pagi. Serangan itu memicu kebakaran dan mendorong pihak berwenang untuk menginstruksikan puluhan ribu penduduk untuk tetap berada di dalam rumah.
Militer Israel mengatakan roket tersebut menargetkan Galilea Atas dan Dataran Tinggi Golan. “Beberapa proyektil berhasil dicegat, sementara sisanya mendarat di area terbuka,” kata militer Israel dikutip dari Xinhua, Rabu (21/8/2024).
Tak ada ada korban luka yang dilaporkan oleh pihak militer Israel. Sebagai pembalasan, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara, yang menurut militer menargetkan salah satu peluncur yang digunakan dalam serangan tersebut.
Layanan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel dikerahkan untuk memadamkan api di beberapa lokasi di utara. Pihak berwenang setempat mendesak warga untuk tetap dekat dengan tempat penampungan, menghindari mengemudi, dan menahan diri dari pertemuan dan aktivitas di luar ruangan. Tindakan pencegahan ini dikeluarkan melalui koordinasi dengan militer.
Tembakan roket tersebut menyusul serangan udara Israel pada Senin malam yang menargetkan fasilitas penyimpanan senjata Hizbullah di Lembah Bekaa Lebanon, menurut pernyataan dari Hizbullah.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon melaporkan bahwa 9 orang, termasuk 3 warga Suriah, terluka dalam serangan Israel pada hari Senin.
Ketegangan di sepanjang perbatasan Lebanon-Israel meningkat sejak 8 Oktober 2023, setelah Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai solidaritas atas serangan Hamas pada hari sebelumnya. Israel membalasnya dengan tembakan artileri berat ke arah tenggara Lebanon.
Situasi memburuk setelah serangan Israel di Beirut, yang menewaskan seorang komandan militer senior Hizbullah, Fouad Shokor, dan tujuh warga sipil. Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah bersumpah akan memberikan tanggapan yang “pasti dan menyakitkan” pada waktu dan tempat yang dipilih kelompok tersebut.