Search

Iran Luncurkan Rudal Baru Sambut Pewaris Revolusi Iran, Mojtaba Khamenei!

TEHERAN, (ERAKINI) – Republik Islam Iran memasuki babak baru yang dramatis dalam sejarahnya. Tidak lama setelah terpilihnya pemimpin tertinggi baru, Mojtaba Khamenei, Iran langsung menunjukkan keteguhan sikapnya dengan meluncurkan gelombang rudal menuju wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan Israel. Informasi ini disampaikan oleh penyiaran resmi negara, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB).

Dalam laporan yang disiarkan melalui kanal Telegram mereka, IRIB menyebut bahwa peluncuran tersebut merupakan “gelombang pertama rudal” yang dilepaskan di bawah komando pemimpin baru tersebut. Sejumlah gambar yang beredar memperlihatkan proyektil bertuliskan slogan religius berbahasa Persia yang berarti “Atas perintahmu, Sayyid Mojtaba,” sebuah simbol kesetiaan bernuansa spiritual khas tradisi Syiah.

Penunjukan Mojtaba Khamenei terjadi setelah wafatnya pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Peristiwa tersebut memicu eskalasi besar di kawasan Timur Tengah.

Sembilan hari setelah tragedi itu, para ulama senior berkumpul dalam sidang khusus untuk menentukan penerus kepemimpinan tertinggi Republik Islam. Forum tersebut adalah Assembly of Experts, badan keagamaan beranggotakan 88 ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih Pemimpin Tertinggi Iran sejak lahirnya republik tersebut melalui Iranian Revolution.

Dalam pernyataan resmi yang dibacakan di televisi pemerintah, Majelis tersebut menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei secara resmi ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi ketiga dalam sistem Republik Islam Iran. Keputusan itu disebut diambil secara tegas tanpa keraguan sedikit pun, bahkan di tengah tekanan dan ancaman dari Amerika Serikat serta Israel.

Setelah pengumuman tersebut, dukungan segera datang dari kekuatan militer paling berpengaruh di negara itu, yaitu Islamic Revolutionary Guard Corps. Dalam pernyataan resmi, mereka menyatakan kesiapan total untuk mematuhi setiap perintah pemimpin baru.

Korps elit tersebut menegaskan komitmennya terhadap “ketaatan penuh dan pengorbanan diri” demi menjalankan arahan Mojtaba Khamenei, yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan struktur ideologis Garda Revolusi.

Ketegangan Meluas di Kawasan Teluk

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah pun memanas. Selain mengarah ke Israel, Iran dilaporkan juga mengirimkan gelombang rudal dan drone ke beberapa titik strategis di wilayah Teluk.

Ledakan terdengar di wilayah Qatar, negara yang menjadi lokasi pangkalan udara utama Amerika Serikat di kawasan tersebut. Sementara itu, kementerian pertahanan di Kuwait menyatakan bahwa pasukan mereka tengah menghadapi ancaman udara yang diduga berasal dari Iran.

Di sisi lain, sistem pertahanan udara Saudi Arabia dilaporkan berhasil mencegat beberapa proyektil. Otoritas militer kerajaan mengklaim telah menembak jatuh sedikitnya tiga rudal balistik serta empat drone yang memasuki wilayah udaranya setelah tengah malam.

Di tengah dinamika ini, Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, sebelumnya sempat meremehkan figur Mojtaba Khamenei. Ia bahkan menyatakan bahwa tokoh tersebut tidak akan bertahan lama tanpa restu Washington.

Pernyataan bernada ancaman juga datang dari militer Israel yang memperingatkan bahwa mereka tidak akan ragu menargetkan pemimpin baru Iran jika konflik terus berlanjut.

Meski memiliki pengalaman pemerintahan yang lebih sedikit dibanding ayahnya, Mojtaba Khamenei dipandang sebagai sosok ulama yang berpengaruh di lingkaran kekuasaan dan dekat dengan elite militer ideologis Iran.

Dengan dukungan penuh dari Garda Revolusi serta legitimasi dari Majelis Pakar, kepemimpinannya menandai babak baru dalam perjalanan Republik Islam—sebuah fase yang diyakini para pendukungnya akan mempertahankan garis keras kedaulatan Iran terhadap tekanan eksternal.

Bagi banyak pihak di Iran, transisi ini bukan sekadar pergantian pemimpin, melainkan simbol kelanjutan warisan revolusi yang telah berdiri sejak 1979.