Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, sebelum bertemu Presiden Prabowo di Istana Bogor, Sabtu (11/1/2025). Foto: Antara
Ziarah ke TMP Kalibata ini merupakan rangkaian kegiatan resmi PM Jepang yang berlangsung selama dua hari pada 10-11 Januari 2025. Dikutip dari antaranews, Ishiba tiba TMP Kalibata sekitar pukul 08.30 WIB didampingi ibu negara Yoshiko Ishiba. Di sana Ishiba disambut Pangdam Jaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay dan Danrem 051/Wijayakarta Brigjen TNI Riyanto, dan Kaskogartap 1/jakarta Brigjen TNI Edi Saputra.
Selanjutnya, rombongan menuju ke Lapangan Monumen TMP Kalibata untuk melaksanakan prosesi penghormatan kepada arwah pejuang dan berlanjut pada upacara peletakan karangan bunga di area monumen, dan ditutup dengan doa terakhir untuk arwah pejuang.
Usai prosesi penghormatan, PM Jepang melanjutkan kegiatannya dengan prosesi tabur bunga area pemakaman jenazah pahlawan perang asal Jepang yang berada di sisi timur lapangan monumen.
Prosesi tabur bunga dilakukan PM Ishiba beserta Yoshiko Ishiba pada makam pahlawan berbatu nisan atas nama Eto Shichio alias Jacob, Ishi Yoshinami alias Satria, Goro Yamano alias Abdul Madjid, Moch Toha Nishimura, dan Takashikomatsu Usman.
Usai rangkaian kegiatan di TMP Kalibata yang berlangsung sekitar 30 menit itu, PM Ishiba kemudian bertolak menuju Istana Bogor dalam rangka kunjungan resmi sekaligus menghadiri upacara kenegaraan, sebelum melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kunjungan Ishiba ke Indonesia membawa dua isu besar dalam kerja sama bilateral dengan Indonesia, yaitu dalam bidang pertahanan serta ekonomi.
Sekretaris Pers Kemlu Jepang Toshihiro Kitamura menyebutkan, kunjungan PM Ishiba ke Indonesia adalah cerminan dari pentingnya posisi Indonesia yang terletak di persilangan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia dan lalu lintas maritim bagi Jepang.
“Kami menghendaki supaya Indonesia tetap jadi negara yang stabil, karena Indonesia merupakan negara mitra yang memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. Untuk itu, (kunjungan PM Ishiba) membawa dua agenda kerja sama, yaitu pertahanan dan ekonomi,” ujar Kitamura.
Ia mengatakan, Jepang dan Indonesia akan meluncurkan suatu format konsultasi kerja sama pertahanan untuk memperkuat keamanan dan stabilitas kawasan, dengan fokus pada kerja sama teknis dan pengadaan instalasi keamanan, seperti kapal patroli.
Jepang juga akan menawarkan penambahan undangan bagi personel Indonesia untuk belajar di Akademi Pertahanan Jepang dalam rangka penguatan pertukaran personel antara kedua negara.
“Kami juga akan menyepakati pelaksanaan tahap ketiga pertemuan 2+2 di masa mendatang yang idealnya berlangsung tahun ini,” kata Kitamura, merujuk pada format dialog antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan dari kedua negara.
Terkait kerja sama ekonomi, Jepang akan mendorong penguatan di sektor pengembangan energi terbarukan, termasuk transisi energi dan dekarbonisasi, melalui bantuan dari Bank Jepang untuk Kerja Sama Internasional (JBIC) maupun kerja sama dari investor swasta Jepang.
Selain itu, kerja sama pengembangan sumber daya mineral kritis yang dimiliki Indonesia serta mendorong pembangunan infrastruktur di RI melalui skema Bantuan Pembangunan Resmi Jepang (Japan ODA).
Jepang juga akan menawarkan dukungan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo, berdasarkan pengalaman negaranya menyediakan makanan di sekolah selama bertahun-tahun.
“Kami siap memberi pelatihan kepada ahli-ahli dari Indonesia atau mengirimkan ahli-ahli dari Jepang untuk membantu Indonesia menyempurnakan program baru tersebut,” katanya.