Kualitas Udara Jakarta Selasa Pagi Tidak Sehat, Terburuk Ketiga di Dunia
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Pagi ini, warga Jakarta disambut dengan kondisi mengkhawatirkan mengenai kualitas udara di ibu kota. Menurut data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.10 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai angka 168, menjadikannya masuk dalam kategori tidak sehat.
Hal ini dipicu oleh tingginya konsentrasi Particulate Matter atau PM2.5 yang mencapai 88,2 mikrogram per meter kubik.Angka PM2.5 sebesar itu setara dengan 17,6 kali lipat dari panduan kualitas udara tahunan yang disarankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menunjukkan tingkat pencemaran udara yang mengkhawatirkan.
Dampak dari kategori tidak sehat ini sangat signifikan, terutama bagi kelompok sensitif. Selain berpotensi merugikan kesehatan manusia dan hewan, tingkat pencemaran ini juga bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan dan nilai estetika.
Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia Selasa (7/5/2024) pagi adalah New Delhi, India di angka 266. Lalu urutan kedua Lahore, Pakistan di angka 182; urutan ketiga Jakarta, Indonesia di angka 168; urutan keempat Chiang Mai, Thailand di angka 159; dan urutan kelima Shanghai, China di angka 155.
Berdasarkan standar yang telah ditetapkan AQI, berikut adalah panduan untuk membantu warga Jakarta memahami tingkat kualitas udara:
1. Baik (0-50 PM2,5)
Kategori ini menandakan kualitas udara yang baik dan tidak memberikan efek berbahaya bagi kesehatan manusia atau hewan. Selain itu, tidak ada pengaruh yang signifikan pada tumbuhan, bangunan, atau nilai estetika.















