Untuk pertama kalinya, semua menteri Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo-Gibran bakal diboyong ke Akademi Militer (Akmil) Magelang. Foto: Ilustrasi/Dok Kemhan
Menteri Sekretaris Negara (Menseneg) Prasetyo Hadi sudah Menyusun agenda kegiatan Kabinet Merah Putih dalam sepekan ke depan. Salah satunya adalah kegiatan bimbingan dan pelatihan di Akmil Magelang.
Kegiatan itu diagendakan berlangsung pada Jumat-Minggu (25-27 Oktober 2024). Dalam kesempatan itu Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka akan memberikan petunjuk dan arahan teknis kepada masing-masing kementerian. Tujuannya agar dapat saling mengenal satu sama lain.
Prasetyo mengenaskan kegiatan di Magelang bersifat penting. Selain sebagai pembekalan program, juga menjadi ajang mempererat kerja sama di masing-masing kementerian/lembaga. Sehingga semua Menteri wajib ikut.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengaku sangat antusias dengan rencana mengumpulkan anggota Kabinet Merah Putih di Akmil Magelang.
“Saya belum tahu kira-kira kurikulumnya seperti apa. Tapi saya kira ini bagus sebagai upaya untuk team building. Kalau tidak salah salah satunya juga akan ada koordinasi terkait dengan pembidangan kami masing-masing,” kata Fadli Zon di Kantor Kemendikbudristek Senin (21/10/2024).
Secara lokasi, Akmil Magelang memang cukup nyaman untuk refleksi dan renungan. Dikutip dari laman resminya, Akmil Magelang berada di ketinggian 400 meter dari permukaan laut dan beriklim sejuk, yang dikelilingi oleh Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sundoro dan Gunung Tidar.
Akmil menempati tanah seluas 654,4493 haktare yang terdiri atas Komplek Panca Arga, Ksatrian Akmil, Mess Sundoro, Mess Sumbing, Mess Merapi, Mess Dieng, Mess Kranggan, Kolam renang Pisangan, Daerah-daerah latihan Gending, Pendem, Plempungan, kaloran, Kopeng dan Gringsing (Kabupaten Batang).
Sebagai Badan Pelaksana Pusat di tingkat Mabes TNI AD, yang berkedudukan langsung di bawah KSAD, Akmil mempunyai tugas pokok untuk membentuk Taruna Akademi Militer menjadi Perwira TNI AD yang memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Saptamarga, pengetahuan dan keterampilan dasar golongan Perwira, berkualifikasi Akademis Program Diploma IV Pertahanan serta jasmani yang samapta.
Akmil berdiri bermula dari didirikannya Militaire Academie (MA) Yogyakarta pada 31 Oktober 1945 atas perintah Kepala Staf Umum Tentara Keamanan Rakyat, Letnan Jenderal TNI Oerip Soemohardjo.
Pada tahun 1950, MA Yogyakarta setelah meluluskan dua angkatan, karena alasan tehnis ditutup untuk sementara dan taruna angkatan ketiga menyelesaikan pendidikannya di KMA Breda, Nederland.
Pada kurun waktu yang sama diberbagai tempat lain (Malang, Mojoangung, Salatiga, Tangerang, Palembang, Bukit Tinggi, Brastagi, Prapat) didirikan Sekolah Perwira Darurat untuk memenuhi kebutuhan TNI AD/ABRI pada waktu itu.
Pada tanggal 1 Januari 1951 di Bandung didirikan SPGi AD (Sekolah Perwira Genie Angkatan Darat), dan pada tanggal 23 September 1956 berubah menjadi ATEKAD (Akademi Teknik Angkatan Darat). Pada tanggal 13 Januari 1951 didirikan P3AD (Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat) di Bandung. Mengingat pada saat itu banyak sekolah perwira TNI AD, maka muncul gagasan dari pimpinan TNI AD untuk mendirikan suatu Akademi Militer oleh Menteri Pertahanan pada tahun 1952.
Setelah melalui berbagai proses, maka pada tanggal 11 November 1957 pukul 11.00 Presiden RI Ir Soekarno selaku Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI, meresmikan pembukaan kembali Akademi Militer Nasional yang berkedudukan di Magelang. Akademi Militer ini merupakan kelanjutan dari MA Yogyakarta dan taruna masukan tahun 1957 ini dinyatakan sebagai Taruna AMN angkatan ke-4.
Pada tahun 1961 Akademi Militer Nasional Magelang di integrasikan dengan ATEKAD Bandung dengan nama Akademi Militer Nasional dan berkedudukan di Magelang. Mengingat pada saat itu masing-masing angkatan (AD, AL, AU dan Polri) memiliki Akademi, maka pada tanggal 16 Desember 1965 seluruh Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU dan AAK) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).
Dalam rangka reorganisasi di lingkungan ABRI, maka pada tanggal 14 Juni 1984 Akabri Bagian Darat berubah namanya menjadi Akmil (Akademi Militer). Pada tanggal 1 April 1999 secara resmi Polri terpisah dari tiga angkatan lainnya, dan ABRI berubah menjadi TNI.
Sejak itu Akademi Kepolisian terpisah dari AKABRI. Kemudian AKABRI berubah namanya menjadi Akademi TNI yang terdiri dari Akmil, AAL, dan AAU. Khusus Akmil, menyelenggarakan pendidikan khusus Taruna Angkatan Darat tingkat II, III dan IV.