Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI Prof Nizar Ali (Foto: Kemenag)
JAKARTA, (ERAKINI)-Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI Prof Nizar Ali mengatakan bahwa digitalisasiperguruan tinggi merupakan isu besar yang mendorong Kemenag untuk bersama-sama mengembangkan lembaga pendidikan di Indonesia. Digitalisasi diharapkan dapat mempecepat, mempermudah dan mengefektifkan segala kebutuhan .
Hal ini tak hanya berlaku bagi kampus yang secara langsung dikelola oleh pemerintah, tetapi kampus-kampus swasta yang ada di seluruh pelosok tanah air, tidak terkecuali Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).
"Beberapa kampusNU nantinya menjadi prioritas utama di awal untuk menjadi piloting yang di pilih oleh ketua pbnu bidang pendidikan," kata Prof Nizar saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Simposium Nasional DigitalisasiPerguruan Tinggi Nahadlatul Ulama (PTNU) di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Senin (27/11/2023).
Prof Nizar menilai, NU memiliki SDM yang mumpuni yang bisa mendorong terwujudnya kampus yang unggul dan terkemuka. Saat ini yang dibutuhkan NU yaitu sentuhan dari orang yang serius mau membangun kampusNU yang berkelas.
"Saya lihat LPTNU orang hebat semua, punya reputasi akademik yang baik dan memiliki pengalaman yang sangat tinggi, ini menjadi modal sosial untuk meberdayakan Perguruan Tinggi," tuturnya.
Diketahui, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan dukungan dari Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Kementererian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud) RI menggelar Simposium Nasional DigitalisasiPerguruan Tinggi Nahadlatul Ulama (PTNU) di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Senin (27/11/2023).
Kegiatan yang akan berlangsung hingga Selasa (28/11/2023) tersebut dihadiri oleh Ketua PBNU Prof Mukri, Sekretaris Jenderal Kemenag RI Prof Nizar, Ketua Panitia Pengarah Prof Dede Rosyada, Direktur Kelembagaan Kemendikbud Ristek RI Lukman, 21 rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), sejumlah rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan ratusan rektor PTNU seluruh Indonesia.
Ketua PBNU Prof Mukri mengatakan, simposium nasional digitalisasi PTNU mendorong agar perguruan tinggi, baik islam maupun umum, negeri atau swasta bisa maju bersama. PTNU yang berjumlah 217 di seluruh Indonesia harus maju setara dengan kampus-kampus pemerintah maupun kampus swasta lainnya.
"Jangan hanya PTKIN yang maju, PTN yang maju. Tapi juga PTNU, baik yang dimiliki perkumpulan atau yayasan dzuriyah NU, akan maju bersama-sama," kata Prof Mukri saat menyampaikan sambutan.
Semula, Prof Mukri bicara digitalisasi yang menurutnya merupakan sebuah keniscayaan bagi lembaga pendidikan terutama perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Di zaman digital seperti saat ini, aktivitas baik harus disebarluaskan atau diviralkan agar adanya persepsi yang sama dari para insan kampus.
"Jangan sampai kita hanya mendengar, gelombangnya beda, spiritnya beda. Jadi kumpul-kumpul seperti ini harus diviralkan," tuturnya.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan materi dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Prof M Ali Ramdhani, Direktur Direktur Kelembagaan Kemendikbud Ristek RI Lukman, Direktur Utama Garuda Cyber Bantuan Aan dan narasumber lainnya. Kegiatan ini mengangkata tema Tranformasi Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi.