Ilustrasi - BMKG menyampaikan, sebanyak 4 wilayah masuk status siaga hujan ekstrem, sementara Jawa Barat (Jabar) hingga Jawa Timur (Jatim) diminta waspada angin kencang hingga 10 Juli 2026. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku hingga 10 Juli 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai kilat, petir, dan angin kencang yang dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan analisis terbaru BMKG, kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya awan hujan di berbagai daerah. Akibatnya, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan masih akan didominasi cuaca basah dengan intensitas yang bervariasi.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua.
Sementara itu, BMKG menetapkan empat wilayah dalam kategori Siaga karena berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Wilayah yang masuk kategori Siaga tersebut adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Selain ancaman hujan ekstrem, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang yang berpeluang terjadi di Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara.
BMKG menegaskan bahwa cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga kerusakan infrastruktur ringan.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan darat, laut, dan udara. "Menghadapi potensi cuaca signifikan yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi."
Para pengendara juga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan hujan deras yang disertai petir dan embusan angin kencang karena dapat mengganggu jarak pandang serta keselamatan perjalanan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang, dahan patah, baliho roboh, genangan air, hingga sambaran petir. Warga disarankan tidak berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh saat cuaca buruk berlangsung.
Selain itu, aktivitas di area terbuka sebaiknya dibatasi apabila hujan lebat disertai petir dan angin kencang mulai terjadi. Bagi daerah yang telah memasuki musim kemarau maupun masa peralihan musim, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan saat beraktivitas di bawah terik matahari.
BMKG menegaskan bahwa musim kemarau tidak selalu identik dengan kondisi tanpa hujan. Curah hujan masih dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama ketika kelembapan udara di atmosfer masih cukup tinggi. Karena itu, masyarakat diminta tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan tidak menganggap kondisi kemarau sebagai jaminan cuaca cerah sepanjang hari.
Melihat kondisi cuaca yang masih sangat dinamis, BMKG mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi yang tersedia. Informasi terkini dapat diakses melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun akun media sosial resmi BMKG. Langkah antisipatif di lingkungan sekitar juga perlu dilakukan guna mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.
BMKG menegaskan bahwa pembaruan informasi cuaca akan terus dilakukan secara berkala mengikuti perkembangan atmosfer terkini, sehingga masyarakat dapat merencanakan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman, nyaman, dan waspada.