JAKARTA, (ERAKINI) - Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang digelar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, akan segera berakhir pada Jumat (30/1/2026).
Diklat yang telah berlangsung sejak Sabtu (10/1/2026) tersebut diikuti oleh sekitar 1.600 petugas haji. Menteri Haji dan Umrah RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan selama hampir 20 hari itu.
Meski demikian, Gus Irfan mengingatkan para petugas agar tidak berhenti meningkatkan kapasitas diri meskipun diklat tatap muka telah selesai. Ia menegaskan, masih ada sejumlah tugas lanjutan yang harus dijalani para peserta di daerah masing-masing.
"Berharap juga bahwa teman-teman tidak berhati selesai Diklatnya, karena masih ada PR buat mereka untuk meneruskan pelatihannya di rumah masing-masing. Dan akan dipantau terus. Pertama tentang itu dan masih ada online bahasa Arab," ucapnya kepada wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI, Kamis (29/1/2026).
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kewajiban mengikuti kelas Bahasa Arab secara daring. Menurut Gus Irfan, kemampuan berbahasa Arab menjadi bekal penting bagi petugas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah haji di Arab Saudi.
Selain itu, Kemenhaj juga akan memantau kebugaran fisik para petugas. Gus Irfan meminta seluruh peserta diklat rutin berolahraga agar tetap bugar menjelang keberangkatan.
“Setiap hari akan dipantau upaya menjaga kebugaran fisik mereka supaya pada waktunya benar-benar fit. Masih ada waktu sekitar dua sampai tiga bulan sebelum pemberangkatan,” kata dia.
Gus Irfan berharap, seluruh petugas haji nantinya siap secara fisik, pengetahuan, dan mental untuk menjalankan tugas sebagai pelayan jemaah haji.
“Insya Allah, kita berharap mereka benar-benar siap secara fisik, siap secara pengetahuan, dan yang tidak kalah penting siap secara mental untuk melayani tamu-tamu Allah,” ujarnya.
Terkait hasil evaluasi sementara pelaksanaan diklat, Gus Irfan menyebut laporan awal menunjukkan capaian yang cukup baik. Namun, ia masih menunggu laporan tertulis resmi setelah kegiatan berakhir.
“Tadi saya mendapatkan laporan awal, sekitar 90 persen bagus. Tapi laporan tertulis resminya akan saya terima besok, termasuk catatan-catatan evaluasi selama 20 hari pelaksanaan,” katanya.