RI Serap Praktik Terbaik Uni Eropa untuk Akselerasi Transformasi Digital
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Percepatan proses transformasi digital nasional telah diupayakan oleh Pemerintah Indonesia, salah satunya kerja sama dengan berbagai negara, termasuk negara anggota Uni Eropa.
Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Indonesia telah menjalin kerja sama dalam tata kelola digital dan tengah memperluas kolaborasi untuk merespons perkembangan teknologi mutakhir.
“Kami pikir Digital Services Act (DSA) dan Digital Markets Act (DMA) adalah salah satu kerangka kerja terbaik. Tentu saja, kami perlu menyesuaikannya di beberapa titik dan telah menjadi tolok ukur bagi banyak negara untuk diperhatikan, begitu pula dengan regulasi artificial intelligence,” ungkap Nezar dalam pertemuan bilateral dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, dikutip dari laman resmi Komdigi, Senin (28/4/2025).
Indonesia, kata dia, menjadikan 2 undang-undang Uni Eropa yang mengatur layanan digital sebagai acuan dalam penyusunan regulasi serupa. “Salah satu hal terpenting ketika kita berbicara tentang transformasi digital bagi negara ini, selain kecerdasan buatan juga bagaimana mengelola platform. Keamanan siber adalah satu hal yang perlu kita pelajari juga dalam regulasi platform,” ujarnya.
Nezar Patria sebelumnya telah menekankan keberadaan ekosistem teknologi baru seperti Internet of Things (IoT) membutuhkan regulasi dan keamanan siber agar dapat mewujudkan transformasi digital nasional. “Jika Anda berbicara tentang , kita berbicara tentang teknologi yang sedang berkembang saat ini. Kecerdasan buatan salah satunya, tetapi kita memiliki blockchain yang juga semakin populer di kalangan generasi muda saat ini,” tuturnya.
















