Direktur Jenderal (Dirjen) Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Alexander Sabar. (Foto: Komdigi).
JAKARTA, (ERAKINI) - Dukungan yang tepat dari orang tua sangat penting dalam melindungi anak di ruang digital sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas).
"Pertama, orang tua membangun literasi digital bersama anak. Belajar bersama, jadi tidak perlu khawatir atau takut kalau orang tua, dalam tanda petik, baru belajar," kata Alex dalam acara peningkatan literasi digital yang diadakan Meta di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Kemkomdigi telah menyediakan situs web tunasdigital.id untuk memudahkan orang tua meningkatkan literasi agar bisa melindungi anak di ruang digital. Orang tua dapat memanfaatkan situs web tersebut untuk mempelajari cara memandu anak mengarungi ruang digital secara bertanggung jawab.
Peran kedua, lanjut Alex, para orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dan penuh kepercayaan dengan anak.
"Menciptakan komunikasi yang terbuka dan kepercayaan dapat membuat anak merasa aman bercerita ketika menghadapi hal-hal yang membahayakan mereka di ruang digital," katanya.
Peran ketiga, orang tua perlu menerapkan pengaturan penggunaan gawai dan akses platform digital dalam keluarga. Orang tua sebaiknya membuat kesepakatan bersama anak mengenai ketentuan penggunaan gawai dan akses platform digital.
"Tentunya ini harus berlandaskan dialog dan saling percaya. Bagaimana orang tua meyakinkan anak agar waktunya tidak dihabiskan untuk memegang gawai. Ada waktu-waktu tertentu yang dapat dilakukan bersama tanpa memegang gawai," katanya.
Alex menegaskan para orang tua berperan penting dalam implementasi PP Tunas untuk mewujudkan ruang digital yang aman bagi anak. Melindungi anak di ruang digital bukan hanya soal hari ini, melainkan juga menentukan kualitas Indonesia di masa depan.
"Saya percaya apabila pemerintah, industri atau platform digital, komunitas, sekolah, orang tua, dan seluruh masyarakat berjalan bersama, kita dapat mewujudkan ruang digital Indonesia yang aman, sehat, dan produktif," katanya.
Dalam upaya mendukung PP Tunas, Kepala Kebijakan Publik Meta di Indonesia Bernie Moestafa menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua pengaturan konten baru untuk memperkuat proteksi akun remaja di platform media sosial mereka, yaitu Instagram. Dua pengaturan baru tersebut berupa pengaturan konten yang disesuaikan dengan standar rating film PG-13 dan fitur Limited Content.
"Kami telah memperbarui pengaturan konten untuk akun remaja dengan memberikan kriteria rating film usia 13 tahun ke atas (PG-13), dimulai dari Instagram. Artinya, secara default remaja hanya akan melihat konten-konten sesuai usia, seperti yang mereka lihat di dalam film," kata Bernie Moestafa.
Bernie mengatakan dengan pendekatan ini orang tua bisa lebih memahami batasan konten yang diberlakukan Meta di layanannya karena mengikuti sistem rating film yang telah dikenal secara global.
Pengaturan ini berlaku di semua fitur Instagram yang tersedia di akun remaja, mulai dari Stories, Recommendations, Search, Comments, Direct Message, hingga pengalaman AI.
Pengaturan konten kedua yang dilakukan Meta di Indonesia untuk akun remaja adalah menghadirkan Limited Content. Fitur tersebut dihadirkan Meta untuk orang tua yang merasa pengaturan konten berbasis PG-13 masih memiliki cakupan yang terlalu luas.
Dengan pengaturan ini, orang tua bisa lebih mudah menyaring konten yang dirasa tidak sesuai. Sementara itu, konten yang dianggap aman dapat disesuaikan untuk pengalaman remaja mereka.
"Bagi sebagian orang tua, standar film 13 tahun ke atas mungkin masih terlalu dewasa. Karena itu, di Instagram kami juga menghadirkan pengaturan baru yang lebih ketat bernama Limited Content yang memfilter lebih banyak konten dalam pengalaman akun remaja," ujar Bernie.
Kedua pengaturan konten dalam akun remaja tersebut sebenarnya sudah diumumkan Meta sejak Oktober 2025 dengan pemberlakuan di AS, Inggris, Australia, dan Kanada. Kini fitur tersebut hadir di Indonesia dan melengkapi lebih dari 50 pengaturan akun remaja yang sebelumnya telah disiapkan Meta khusus untuk pengguna usia 13–15 tahun.