Fandi Achmad (kiri), Halwan Bayuangga (tengah), dan Yudha Wastu Prawira. Foto; Ist
JAKARTA, (ERAKINI) - Lulusan SMA Taruna Nusantara yang dikenal sebagai sekolah unggulan setiap tahunnya banyak diterima di kampus top dunia. Bahkan sejumlah alumni SMA Taruna Nusantara tercatat pernah menimba ilmu di kampus elite dunia, Universitas Oxford.
Universitas Oxford menempati peringkat nomor satu di dunia dalam ranking Times Higher Education World University Rankings 2026. Kampus yang berlokasi di Inggris ini berada di garis depan dalam berbagai disiplin ilmu akademik, termasuk ilmu kedokteran; ilmu matematika, fisika, dan ilmu hayati; humaniora; serta ilmu-ilmu sosial.
Universitas Oxford juga menempati peringkat pertama di Inggris dalam jumlah perusahaan rintisan (spin-out) yang lahir dari universitas, dengan lebih dari 130 perusahaan yang telah didirikan hingga saat ini.
Sebagai universitas tertua di dunia berbahasa Inggris yang memiliki tradisi akademik yang panjang, tentu tidak mudah lolos masuk perguruan tinggi ini.
1. Fandi Achmad, Ekonom dengan Karier Internasional
Fandi Achmad merupakan alumni SMA Taruna Nusantara tahun 2007 (TN 15). Saat ini Fandi tengah menempuh program Doctor of Philosophy (DPhil) di bidang Development Economics and International Development di Universitas Oxford dengan fokus penelitian perdagangan internasional dan perdagangan digital. Ia juga menjadi Graduate Teaching Assistant di Oxford Department of International Development.
Sebelumnya, Fandi berkarier di berbagai lembaga internasional, antara lain OECD, World Trade Organization (WTO), Asian Development Bank (ADB), UN ESCAP, Sekretariat ASEAN, serta Kantor Staf Presiden RI. Penelitiannya di Oxford mengkaji peran perdagangan digital dalam mendorong inovasi perusahaan di negara berkembang.
Fandi merupakan Lulusan Terbaik Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM)pada Februari 2011 dengan skripsi mengenai dampak efisiensi pelabuhan terhadap perdagangan bilateral Indonesia-Uni Eropa menggunakan pendekatan Gravity Model.
Ia kemudian meraih gelar Master of Advanced Studies in Economics (MASE) dari KU Leuven, Belgia, dengan tesis mengenai pengaruh jaringan sosial terhadap ekspor Amerika Serikat. Ia juga memperoleh gelar Master of Public Policy dari Gerald R. Ford School of Public Policy, University of Michigan, Amerika Serikat, dan menjabat sebagai Presiden International Policy Student Association (IPSA) selama masa studinya.
2. Halwan Bayuangga, Dokter dan Akademisi di Bidang Neurosains Klinis
Halwan Bayuangga merupakan alumni SMA Taruna Nusantara 2009 (TNI 17).
Saat ini Halwan berkiprah sebagai akademisi klinis dengan latar belakang pendidikan Doctor of Philosophy (DPhil) di bidang Clinical Neurosciences dari Universitas Oxford pada 2022. Sebelumnya, ia juga meraih gelar Master of Science (MSc) di bidang Integrated Immunology dari universitas yang sama pada 2019.
Halwan menyelesaikan program Bachelor of Medicine (BMed) di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2013, kemudian melanjutkan ke jenjang profesi dokter hingga memperoleh gelar Doctor of Medicine (MD) pada 2013–2015.
Sebelum melanjutkan studi ke Oxford, ia aktif dalam berbagai penelitian neurologi, imunologi, dan sel punca di UGM serta bekerja sebagai dokter di sejumlah fasilitas kesehatan. Kariernya memadukan praktik klinis dengan riset biomedis, khususnya di bidang neurosains dan imunologi.
3. Yudha Wastu Prawira, Ahli Fintech dan Sistem Pembayaran
Yudha Wastu Prawira satu angkatan dengan Halwan di SMA Taruna Nusantara. Ia menyelesaikan program Master of Business Administration (MBA) di Universitas Oxford pada 2024 dengan konsentrasi Finance.
Saat ini ia berkarier di Bank Indonesia sebagai analis di Kantor Dewan Gubernur. Sejak bergabung melalui Program Calon Pegawai Muda (PCPM) pada 2017, Yudha berperan dalam pengembangan kebijakan sistem pembayaran nasional, digitalisasi pembayaran, BI-FAST, Regional Payment Connectivity, serta berbagai proyek pembayaran lintas negara.
Sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, ia pernah bekerja di GO-JEK, Lazada Group, dan Accenture. Lulusan Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga dikenal memiliki pengalaman di bidang transformasi digital, fintech, dan inovasi sistem pembayaran.