Ilustrasi - BMKG mengimbau warga Jatim siaga hujan lebat, sementara Jabar-Banten waspada angin kencang hingga 4 hari ke depan. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Timur (Jatim) untuk siagahujan lebat, sementara Jawa Barat (Jabar) dan waspada adanya potensi hingga 4 hari ke depan atau pada tanggal 7-11 September 2025.
Sebagaimana dilansir dari laman resminya, BMKG menyebut bahwa hujan deras berpotensi terjadi disertai kilat/petir serta angin kencang. Berikut ini adalah wilayah dengan status peringatan dini!
Wilayah yang berstatus siagahujan lebat, di antaranya:
1. Jawa Timur,
2. Sulawesi Barat,
3. Maluku,
4. Papua Tengah,
5. Papua,
6. Papua Selatan.
Wilayah yang berpotensi dilanda angin kencang, di antaranya:
1. Aceh,
2. Banten,
3. Jawa Barat,
4. Jawa Timur,
5. Nusa Tenggara Barat,
6. Nusa Tenggara Timur,
7. Sulawesi Selatan,
8. Maluku,
9. Papua Barat,
10. Papua Selatan.
Menurut BMKG, kondisi cuaca di berbagai wilayah Indonesia saat ini didominasi oleh langit berawan hingga turun hujan ringan. Namun, masyarakat diimbau untuk lebih waspada karena terdapat potensi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang di sejumlah provinsi, antara lain: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, dan Papua Pegunungan.
Perkiraan ini, kata BMKG, merupakan gambaran umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci dan real-time, masyarakat disarankan mengakses situs resmi BMKG, aplikasi mobile infoBMKG atau kanal media sosial resmi @infoBMKG.
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengeluarkan beberapa imbauan penting sebagai langkah antisipasi di antaranya mewaspadai perubahan cuaca yang cepat dan tidak menentu, seperti hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan sambaran petir.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk menghindari area terbuka saat terjadi badai petir, serta jauhi pohon besar, bangunan tua, dan struktur yang berpotensi roboh ketika angin kencang melanda.
“Tingkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang bisa terjadi kapan saja. Pantau terus informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, aplikasi, maupun media sosial. Serta, tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca mendadak.** Pelajari langkah-langkah evakuasi jika diperlukan, dan pastikan setiap informasi terbaru selalu diikuti dari sumber resmi. Pembaruan informasi cuaca akan dilakukan secara berkala sesuai dengan perkembangan atmosfer terkini,” kata BMKG.