Mendikti Satryo Bantah Lakukan Pemecatan Sepihak
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro, menepis tuduhan adanya pemecatan sepihak terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di kementeriannya. Ia menyatakan bahwa demonstrasi yang dilakukan sejumlah pegawai merupakan respons terhadap mutasi besar-besaran dalam rangka penyesuaian struktur kementerian.
"Demo itu dipicu oleh adanya mutasi besar-besaran sebagai konsekuensi dari pembagian tiga bagian kementerian. Langkah ini dilakukan untuk menghemat anggaran pemerintah. Karena itu, kita melakukan rotasi yang cukup besar, namun tentu ada pihak yang tidak menyukai keputusan ini," ungkap Satryo dalam keterangannya di Bandung, Senin (20/1/2025).
Satryo, pejabat kelahiran Belanda pada 5 Januari 1956, menjelaskan bahwa pembagian kementerian menjadi tiga bagian adalah instruksi Presiden guna mendukung efisiensi anggaran. Proses mutasi tersebut, menurutnya, dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan tanpa tujuan lain.
"Pembagian ini adalah langkah untuk menyesuaikan struktur kementerian yang baru. Tidak ada alasan lain selain memenuhi instruksi presiden demi efisiensi," tegasnya.
Ia juga membantah keras tuduhan kekerasan terhadap pegawai, seperti penamparan, yang sempat mencuat dalam aksi unjuk rasa.
"Tuduhan itu tidak benar," kata Satryo, yang juga merupakan suami dari Silvia Ratnawati.















