Komandan Komando Pasukan Gerak Cepat (Dankopasgat) Marsekal Muda (Marsda) TNI Deny Muis. Foto: Dok Kopasgat
JAKARTA, (ERAKINI) - Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) merupakan satuan elite TNI Angkatan Udara (AU). Saat ini Kopasgat dipimpin oleh Marsekal Muda (Marsda) TNI Deny Muis.
Marsda Deny Muis menjabat Dankopasgat sejak 3 Januari 2025 sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/7/I/2025. Dikutip dari laman resmi , lahir di Makassar, 26 Agustus 1968.
Deny Muis merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1993 dari kecabangan Kopasgat. Ia dikenal dengan kemampuannya dalam bidang anti-teror, terutama melalui keterlibatannya dalam Detasemen Bravo 90, unit elite antiteror milik TNI AU.
Untuk mengembangkan karier dan kapasitas kepemimpinannya, Deny Muis menempuh berbagai pendidikan militer bergengsi, seperti Sekkau (2002), Seskoau (2007), ILEA Bangkok, Kursus Pengamanan VVIP oleh US Secret Service (2016), PPRA Lemhannas RI (2021)
Karier Deny Muis mulai mendapat sorotan ketika menjabat sebagai Komandan Detasemen Bravo 90 pada 2004-2006. Jabatan ini menempatkannya dalam salah satu posisi paling bergengsi di lingkungan TNI AU, karena berkaitan langsung dengan misi-misi operasi khusus yang strategis dan berisiko tinggi.
Dari sana, kiprahnya berlanjut sebagai Komandan Paskhas 464/Nanggala (2006-2008). Di satuan tersebut, ia semakin terlibat dalam pengembangan dan pelatihan pasukan khusus TNI AU, memperkuat reputasinya sebagai pemimpin lapangan yang andal dan berpengalaman.
Karier Deny semakin moncer ketika ditugaskan ke Istana Negara sebagai petinggi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Jabatannya dimulai sebagai Wakil Asisten Pengamanan Danpaspampres. Ia sempat keluar dari Istana setelah menempati posisi strategis sebagai Asisten Intelijen dan Asisten Operasi Dankorpaskhas pada 2013-2014.
Setelah itu ia kembali ke lingkaran Istana dengan menjabat sebagai Komandan Grup C Paspampres (2014) dan Komandan Grup B Paspampres (2014-2018). Puncaknya ia menduduki posisi Wakil Komandan Paspampres (2018-2020).
Setelah menyelesaikan tugasnya di Paspampres, Deny Muis kembali ke tubuh TNI AU sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pada 2020-2022.
Selanjutnya ia dipercaya menjadi Inspektur Kopasgat (2022–2023), dan naik menjadi Wakil Komandan Kopasgat (2023–2024). Dan, akhirnya ia menjadi orang nomor 1 Kopasgat sejak awal 2025.
Cukup Disegani di Dunia
Menjabat sebagai Dankopasgat tentu menjadi kebanggaan luar biasa bagi seorang prajurit TNI AU. Kopasgat adalah pasukan khusus yang cukup disegani dunia.
Kopasgat terbentuk 17 Oktober 1947 atau memiliki hari ulang tahun sama dengan Presiden Prabowo Subianto yang lahir 17 Oktober 1951. Kopasgat awalnya bernama Korps Pasukan Khas (Kopaskhas).Kopasgat juga sempat dinamai Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat) yang ditetapkan pada 17 Oktober 1947.
Dalam perjalanannya, Kopasgat kemudian berubah menjadi Kopaskhas hingga akhirnya kembali menjadi Kopasgat. Nama Kopaskhas resmi berganti menjadi Kopasgat pada Januari 2022.
Kopasgat merupakan satuan eliteTNI AU berkemampuan tiga matra, yakni udara, laut, dan darat, Karenanya, Kopasgat cukup disegani di dunia. Ciri khas pasukan khusus ini, yaitu menggunakan baret warna jingga.
Pasukan ini merupakan pasukan tempur untuk kebutuhan matra udara yang memiliki kemampuan terjun payung militer. Kopasgat sebagai pasukan pemukul siap diterjunkan di segala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut.
Pasukan ini mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh pasukan khusus lainnya yaitu, Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).
Kopasgat terdiri dari 9 Batalyon Komando yang berada di bawah 3 Brigade. Setiap prajurit Pasgat minimal harus memiliki kualifikasi parakomando (Parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara professional. Kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasinya.
Pasgat sebagai pasukan pemukul siap diterjunkan di segala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut untuk menumpas semua musuh yang melawan NKRI.
Semboyan Kopasgat adalah “Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana” yang memiliki arti “Menunaikan tugas tanpa menghitung untung dan rugi”.
Kopasgat mendarmabaktikan dirinya di berbagai medan operasi militer baik di dalam negeri ataupun luar negeri, serta tugas-tugas lain di bidang kegiatan sosial.