Mayjen TNI Hendy Antariksa menjabat Komandan Koopssus menggantikan Mayjen TNI Suhardi sejak 7 Januari 2025. Foto: Dok Koopssus
JAKARTA, (ERAKINI) - Tiga matra TNI masing-masing memiliki satuan elite yang sangat disegani. Namun, TNI juga memiliki satuan yang personelnya berasal tiga matra, yakni Komando Operasi Khusus (Koopssus).
Saat ini Koopssus dipimpin oleh Mayjen TNI Hendy Antariksa. Hendy Antariksa resmi menjabat Komandan Koopssus menggantikan Mayjen TNI Suhardi sejak 7 Januari 2025. Mayjen Hendy menjadi Dankoopssus kelima sejak satuan ini dibentuk 30 Juli 2019.
Dirangkum Erakini dari berbagai sumber, Kamis (24/4/2025), Mayjen Hendy merupakan jenderal kelahiran Cimahi, Jawa Barat, pada 20 Maret 1971. Ia menyelesaikan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) Magelang dari kecabangan infanteri (Kopassus) pada 1993.
Boleh dibilang Mayjen Hendy dibesarkan di satuan elite Kopassus. Hendy pernah bertugas di satuan khusus pasukan eliteKopassus, yaitu Satuan Penanggulangan Teror (SAT-81 Gultor). Kariernya mulai menyala setelah dipercaya menjabat Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 300 Raider Kostrad pada 2008-2009.
Selama kariernya di Kopassus, Hendy kerap diterjunkan ke berbagai operasi, baik di dalam maupun luar negeri. Hendy pernah ditugaskan sebagai Komandan Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon (Dansatgas Yon Mekanis Konga XXIII-E/UNIFIL).
Setelah selesai bertugas di Lebanon, Hendy dipercaya memegang tongkat komando yang bertanggung jawab atas keamanan ring 1 Istana Kepresidenan, Bogor. Ia dipercaya menduduki Komandan Kodim 0606/Kota Bogor.
Dari sini karier militernya semakin moncer. Hendy selanjutnya mendapatkan promosi jabatan sebagai Pabandya Bidang Kermabil Sopsad TNI AD. Setelah itu, pada 2015 Hendy dipercaya mengemban amanat sebagai Direktur Pembinaan Perencanaan dan Operasi (Dirbinrena Ops) Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI.
Pada tahun 2018, Hendy dipercaya untuk menduduki jabatan strategis sebagai Paban V/Kermamil Sopsad. Dua tahun kemudian ia ditugaskan sebagai Paban VI/Kermalat Non Asean Slatad hingga tahun 2022. Ketika itu Hendy masih menyandang pangkat Kolonel. Ia selanjutnya dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Angkatan Darat (Kapuskodalad) di Mabesad.
Berkat prestasi dan rekam jejaknya yang cemerlang, pada tahun 2023 Hendy pecah bintang menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen). Kenaikan pangkat tersebut diikuti dengan penugasan baru sebagai Direktur SDM Ditjen Kuathan Kementerian Pertahanan (Kemhan) di era Prabowo Subianto.
Tak butuh lama, tepatnya pada 6 Desember 2024, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menunjuk Hendy sebagai Dankoopssus TNI. Jabatan baru ini tentu bukan main-main karena mengomandoi pasukan elite dari tiga matra, yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).
Koopssus merupakan salah satu unit komando pasukan elit TNI yang secara struktural berada langsung di bawah komando Panglima TNI. Pasukan khusus ini stand by di Mabes TNI dan sewaktu-waktu bisa digunakan oleh Panglima atas perintah Presiden.
Pasukan satuan ini berasal dari prajurit pilihan dengan kualifikasi untuk melakukan berbagai jenis operasi khusus, baik di dalam maupun di luar negeri. Pasukan ini dituntut kecepatan dan keberhasilan tinggi. Mereka berasal dari Satuan 81 Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus TNI AD, Detasemen Jalamangkara Korps Marinir TNI AL, dan Satuan 90 Bravo Komando Pasukan Khas TNI AU.
Koopssus diresmikan oleh Panglima TNI yang kala itu dijabat Marsekal Hadi Tjahjanto pada 30 Juli 2019. Koopssus dibentuk melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.
Kala itu pemerintah memandang perlu membentuk Komando Operasi Khusus TNI dari matra darat, laut, dan udara, yang bercirikan kemampuan khusus dengan tingkat kecepatan gerak dan keberhasilan tinggi.
Maka itu, tujuan pembentukan Koopsus adalah untuk meningkatkan efektifitas TNI dalam merespons operasi khusus. Koopssus sebenarnya telah ada di masa kepemimpinan Panglima TNI Jenderal Moeldoko pada 2015. Namun, saat itu pasukan ini baru terdiri dari 90 personel yang disiapkan untuk tugas dalam status operasi. Jika dibutuhkan, pasukan ini dapat langsung diterjunkan.
Pada September 2018, Hadi Tjahjanto secara resmi mengajukan alokasi anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk Koopsus dalam pagu anggaran Kementerian Pertahanan tahun 2019. Anggaran itu untuk pembangunan sarana prasarana, pembelian material khusus, senjata, dan lainnya.
Koopsus merupakan bagian dari badan pelaksana pusat yang setara dengan unit seperti Pasukan Pemukul Reaksi Cepat maupun Komando Garnisum Tetap. Koopsus dipimpin Komandan yang bertanggung jawab lansung kepada Panglima TNI. Dankoopsus dibantu oleh Wakil Komandan Koopssus (Wadankoopssus).
Sesuai Perpres, Daankoopsus dijabat oleh Perwira Tinggi TNI bintang 2. Level ini setara dengan jabatan minimal seorang kepala unit seperti Danjen Kopassus. Sementara Wadankoopssus minimal perwira tinggi bintang 1.