Kopilot Batik Air yang Tidur 28 Menit Ternyata Habis Pindahan Rumah dan Punya Bayi Kembar
Thomas Pulungan






Akan tetapi, sang kopilot diduga kurang tidur dan kelelahan, karena sehari sebelum penerbangan baru saja beres-beres pindah rumah. Ia juga sedang memiliki bayi kembar.
Berdasarkan laporan pendahuluan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), disebutkan bahwa pilot (Pilot in Command/PIC) merupakan warga negara Indonesia dan memegang Lisensi Pilot Angkutan Udara yang masih berlaku (ATPL).
Pilot tersebut dinyatakan memenuhi syarat membawa pesawat Airbus A320. Pilot juga memiliki sertifikat medis Kelas Satu yang masih berlaku dengan batasan medis untuk memakai lensa korektif.
Pemeriksaan kemahiran terakhir dilakukan pada 12 November 2023, dan hasilnya memuaskan. Sang pilot memiliki total waktu terbang 6.304 jam 11 menit.
"Waktu istirahat PIC sebelum melaksanakan tugas penerbangan pada 25 Januari 2024 adalah 35 jam," tulis laporan KNKT tersebut, dikutip Erakini, Sabtu (9/3/2024).
Disebutkan, sang pilot sebelum kejadian terakhir kali terbang pada 23 Januari 2024 dengan total waktu penerbangan 1 jam 35 menit. Sepulang tugas ia pulang ke rumahnya menggunakan mobil dengan sopir.
Pada tanggal 24 Januari 2024, sang pilot dijadwalkan standby sehingga mengharuskannya menginap, agar siap untuk jadwal tugas pagi hari. Pilot bangun tidur sekitar pukul 05.30 WIB dan melakukan aktivitas lari pagi selama kurang lebih 40 menit. Usai lari pagi, sang pilot mandi dan sarapan.
Sekitar pukul 11.00 WIB, sang pilot menemui keluarga dan makan siang bersama. Sang pilot kemudian pulang ke rumah sekitar pukul 18.30 WIB lalu tidur sekitar pukul 20.00. Sekitar pukul 22.00 WIB sang pilot bangun dan bersiap berangkat ke bandara.
Pada tanggal 25 Januari 2024 sekitar pukul 00.45 WIB sang pilot berangkat menuju Bandara Soetta dengan mengendarai mobil. Pukul 01.39 WIB, sang pilot mendaftar di kantor operasi penerbangan dan menjalani pemeriksaan kesehatan dengan perawat yang disediakan perusahaan.
Saat itu tekanan darah dan detak jantung sang pilot dinyatakan normal, dan tes alkoholnya negatif. Ia kemudian dianggap layak untuk tugas penerbangan. Ia pun mempersiapkan penerbangan bersama awak pesawat lainnya.
Sementara itu, kopilot ((Second in Command/SIC) yang masih berusia 28 tahun, juga merupakan warga negara Indonesia dan memiliki Lisensi Pilot Komersial (CPL) yang masih berlaku. Ia juga dinyatakan memenuhi syarat sebagai pilot Airbus A320. Ia memiliki sertifikat medis Kelas Satu yang sah tanpa batas.
Pemeriksaan profisiensi terakhir dilakukan pada 1 November 2023 dan hasilnya memuaskan. Kopilot memiliki total waktu penerbangan 1.664 jam 45 menit.
Dalam laporan KNKT itu disebutkan, waktu istirahat kopilot sebelum menjalankan tugas penerbangan pada 25 Januari 2024 adalah 53 jam.
Ia terakhir kali melakukan perjalanan pada tanggal 22 Januari 2023, dengan total waktu penerbangan 1 jam 2 menit. Sang kopilot yang ternyata memiliki bayi kembar mendapat jadwal libur pada 23 Januari 2024.
Pada hari itu, SIC kebetulan sedang bersiap pindah rumah. Setelah packing selesai sore harin, SIC berangkat ke rumah barunya dengan perjalanan sekitar satu setengah jam.
Pada tanggal 24 Januari 2024, SIC bangun sekitar pukul 08.00 WIB dan sarapan pagi. Sekitar pukul 09.00 WIB, ia berangkat lagi ke rumah lama untuk melanjutkan memindahkan sisa barang ke rumah barunya.
Ia makan siang dan kembali ke rumah barunya sekitar pukul 14.00 WIB, kemudian melanjutkan merapikan rumah. Ia sempat tidur sekitar pukul 19.00 WIB, namun harus bangun beberapa kali untuk membantu sang istri merawat bayi kembar mereka.
Pada tanggal 25 Januari 2024 sekitar pukul 00.00 WIB, SIC bangun dan bersiap menuju Bandara Soetta. Itu SIC mengendarai mobil ke bandara dan mendaftar di kantor operasi penerbangan pada pukul 01.26 WIB. SIC selanjutnya menjalani pemeriksaan kesehatan oleh perawat yang disediakan perusahaan.
Saat itu, tekanan darah dan detak jantung SIC juga dinyatakan normal, dan tes alkohol negatif, sehingga dianggap layak untuk tugas penerbangan.