Zagy Yakana Berian saat berpidato dalam acara Pekan Keberlanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di markas pusat PBB, New York, Amerika Serikat, pada 5-19 April 2024. Foto: Dok PBB
Hal ini diumumkan oleh PBB bertepatan dengan Hari Internasional Pemuda pada hari ini, 12 Agustus 2025. Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemuda Indonesia bergabung dengan Youth Advisory Group on Climate Change (YAGCC) Sekjen PBB Antonio Guterres, yang kini keanggotaannya diperluas dari tujuh menjadi 14 orang. Zagy Berian juga satu-satunya wakil Asia Tenggara dalam kelompok 14 itu.
PBB dalam keterangan resminya menyebutkan, Zagy adalah pemimpin sosial di bidang lingkungan keberlanjutan yang berfokus pada pemberdayaan pemuda agar berperan aktif di sektor tersebut. Melalui Society of Renewable Energy (SRE), Zagy telah menginspirasi dan menggerakkan jaringan luas pemuda di seluruh Indonesia.
Ia juga menjabat sebagai Regional Facilitator untuk Youth Climate Justice Fund di Asia Selatan, yang mendukung gerakan keadilan iklim berbasis pemuda di tingkat akar rumput. Salah satu inisiatif penting yang ia jalankan adalah program edukasi dan kesadaran energi terbarukan di Pati, Jawa Tengah, yang bekerja sama dengan petani setempat untuk mengintegrasikan solusi energi bersih dalam praktik pertanian berkelanjutan.
Dirangkum Erakini, Zagy Berian merupakan pemuda inspiratif dari Karawang, Jawa Barat, yang kini berusia 27 tahun. Sarjana Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dikenal sebagai pendiri Society of Renewable Energy (SRE), sebuah gerakan yang menginspirasi dan menggerakkan jaringan luas pemuda di seluruh Indonesia untuk terlibat dalam energi terbarukan.
Ia telah memberdayakan ribuan orang melalui penyelenggaraan lebih dari 300 acara dengan total 400 ribu peserta untuk mempercepat transisi energi di Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, SRE berkembang menjadi 47 cabang mahasiswa dengan 4.000 anggota tahunan, serta mengelola proyek sosial bernilai jutaan dolar. Selain memimpin SRE, ia telah menulis lima publikasi dan menjadi penulis di sejumlah buku.
Zagy terlibat dalam G20 Energy Transition Working Group (ETWG) untuk gerakan pemuda bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berkolaborasi dengan B20 Task Force on Energy, Sustainability, and Climate untuk penyelenggaraan acara pendamping, serta menjabat sebagai Ketua Southeast Asia Youth Forum on Energy di bawah ASEAN.
Ia sering berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di bawah SRE, termasuk COP26 hingga COP28, IRENA Youth Forum, NDC Conference (perwakilan GIZ), konferensi ilmiah, serta berbagai acara nasional dan internasional.
Zagy juga aktif terlibat dalam jejaring global di SDG 7 Youth Constituency sebagai regional focal point pada 2022, Global Councils for SDGs IRENA, serta Youth Climate Justice Fund sebagai Regional Facilitator di Asia Selatan.
Nama Zagy Yakana Berian mulai mencuri perhatian dunia ketika tampil sebagai pembicara termuda dalam acara Pekan Keberlanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berlangsung di markas pusat PBB, New York, Amerika Serikat, pada 5-19 April 2024.
Zagy yang saat itu berusia 26 tahun berbagi panggung dengan pemimpin dunia dan tokoh penting lainnya untuk membahas isu-isu penting terkait keberlanjutan, khususnya di sektor energi.
Saat itu, Presiden Majelis PBB ke-78, Dennis Francis sengaja mengundang tokoh-tokoh pemimpin dunia untuk menyampaikan pandangan mereka. Terdapat Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Uganda, Preiden Republik Polandia hingga tokoh penting lainnya sesuai dengan keahliannya.
Dari Indonesia dihadiri oleh Menteri Pariwisata yang berbicara pada isu pariwisata keberlanjutan, dan Zagy Yakana Berian selaku tokoh muda inspiratif di sektor energi.
Menariknya, Zagy mendapatkan kesempatan berbicara di podium yang sama seperti pemimpin negara setingkat presiden, Menteri, atau duta besar.
Lahir dan tumbuh bersama masyarakat yang merasakan langsung terkait akses untuk mendapatkan energi membuat pemuda tersebut menjadi pembeda dengan Majlis PBB sebelumnya.
"Setelah 5 tahun mengembangkan Society of Renewable Energy (SRE), sampai juga di podium ruangan megah, yaitu UN General Assembly Hall, UNHQ, NY," tulis Zagy di akun Instagramnya saat itu.
"Dari kecil hanya bisa lihat dari TV, pidato-pidato yang disampaikan oleh pemimpin dan tokoh penting di dunia isinya tentang hal krusial bagi dunia kita. Ternyata tahun ini, berkesempatan berpidato dalam podium itu sebagai pembicara termuda dalam sesi tersebut mewakili Indonesia di sektor energi dan beserta rombongan tim ESDM lainnya," pungkasnya.