Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan kesiapan pasukannya untuk ditempatkan sebagai pasukan perdamaian dunia di Jalur Gaza, Palestina. Foto: Ilustrasi/dailynews
JAKARTA, (ERAKINI) - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan kesiapan pasukannya untuk ditempatkan sebagai pasukan perdamaian dunia di Jalur Gaza, Palestina. Kekuatan TNI tidak perlu diragukan jika dikirim ke Jalur Gaza.
Panglima mengatakan akan menyiapkan Brigade Komposit yang terdiri dari Batalyon Suport, Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni, dan Batalyon Perbekalan serta 2 unit kapal rumah sakit yang dilengkapi dengan dokter, perawat serta peralatan kesehatan, rumah sakit lapangan, serta 2 unit Helikopter TNI AU dalam misi ini.
"Kapal yang disiapkan adalah KRI dr Radjiman dan KRI dr Soeharso, karena kedua kapal tersebut mampu memberikan perawatan bagi masyarakat yang terdampak konflik. Sedangkan Batalyon Zeni mampu merehabilitasi konstruksi bangunan, Batalyon Perbekalan mampu membuat dapur umum dan Batalyon Suport disiapkan untuk melakukan pengamanan," jelas Panglima TNI dalam keterangan pers Puspen TNI dikutip, Selasa (11/6/2024).
Saat ini Pemerintah Indonesia masih terus memantau kondisi di Jalur Gaza. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan dengan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein, di Amman, Yordania, Senin (10/6).
Pertemuan kedua negara ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Menhan Prabowo mewakili Presiden RI Joko Widodo pada acara konferensi tingkat tinggi Seruan untuk Bertindak: Tanggap Darurat Kemanusiaan untuk Gaza) yang diselenggarakan hari ini, Selasa 11 Juni 2024.
Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia saat ini terus memantau dengan cermat perkembangan yang memburuk di Gaza.
“Jumlah korban jiwa dan luka terus meningkat. Indonesia sangat prihatin dengan kondisi masyarakat di Gaza yang sangat rentan saat ini,” kata Presiden Terpilih RI itu.
Kekuatan TNI memang tidak perlu diragukan jika dikirim ke Jalur Gaza, untuk menghadapi militer Israel sekalipun. Berdasarkan Peringkat Kekuatan Militer Tahun 2024 yang dirilis Global Firepower (GFP), Indonesia berada di posisi 13 dari 143 negara. Peringkat Indonesia ini masih di atas Israel.
Israel, yang walaupun termasuk negara dengan persenjataan rudal tercanggih di Timur Tengah, berada di posisi 17.
Global Firepower merupakan situs pemeringkat militer dunia. Global Firepower mendata kekuatan militer negara-negara di dunia berdasarkan 60 faktor untuk menentukan skor Power Index, mulai dari jumlah unit militer, kondisi keuangan, hingga kemampuan logistik dan geografi.
Dalam pemeringkatan ini Global Firepower menggunakan skor Pwr Indeks sebagai tolak ukur. Skor Pwr Indeks yang sempurna adalah 0,0000 yang secara realistis tidak dapat dicapai dalam cakupan rumus GFP ini. Dengan demikian, semakin kecil nilai Pwr Indeks maka semakin kuat kemampuan tempur konvensional satu negara.
Dikutip dari laman resminya Selasa (11/6/2024), Global Firepower membuat 8 indikator penilaian dalam perbandingan kekuatan militer Indonesia vs Israel, yakni sebagai berikut:
1. Man Power (Kekuatan Manusia): Indonesia unggul
- Jumlah Penduduk: Indonesia 279.476.346, Israel 9.043.387.
- Prajurit Aktif: Indonesia 400.000, Israel 170.000.
- Prajurit Cadangan: Indonesia 400.000, Israel 465.000.
- Pasukan Paramiliter: Indonesia 250.000, Israel 35.000.
2. Air Power (Kekuatan Udara): Israel unggul
- Jumlah Pesawat: Indonesia 474, Israel 612.
- Pesawat Tempur: Indonesia 41, Israel 241.
- Dedicated Attack: Indonesia 37, Israel 39.
- Pelatih: Indonesia 130, Israel 155.
- Pesawat Misi Khusus: Indonesia 17, Israel 23.
- Tanker Udara: Indonesia 1, Israel 14.
- Helikopter: Indonesia 210, Israel 146.
- Helikopter Serang: Indonesia 15, Israel 48.
3. Land Power (Kekuatan Darat): Israel unggul
- Kekuatan Tank: Indonesia 313, Israel 1.370.
- Kendaraan Lapis Baja: Indonesia 11.604, Israel 43.407.
- Artileri Self-Propelled: Indonesia 153, Israel 650.
- Artileri Tower: Indonesia 414, Israel 300.
- Proyektor Roket: Indonesia 63, Israel 150.
4. Naval Power (Kekuatan Angkatan Laut): Indonesia unggul
- Kekuatan Armada: Indonesia 333, Israel 67.
- Kapal Induk: Indonesia 0, Israel 0.
- Kapal Induk Pembawa Helikopter: Indonesia 0, Israel 0.
- Kapal Selam: Indonesia 4, Israel 5.
- Penghancur: Indonesia 0, Israel 0.
- Fregat: Indonesia 8, Israel 0.
- Korvet: Indonesia 25, Israle 7.
- Kapal Patroli: Indonesia 205, Israel 45.
- Ranjau: Indonesia 13, Israel 0.
5. Natural Resources (sumber daya alam): Indonesia unggul
- Produksi Minyak: Indonesia 845.000 bbl, Israel0 bbl.
- Konsumsi Minyak: Indonesia 1.650.000 bbl, Isarel 235.000 bbl.
- Cadangan Minyak: Indonesia 2.500.000.000 bbl, Israel 12.700.000 bbl.
- Produksi Gas Bumi: Indonesia 62.612.013.000 bbl, Israel 10.474.299.000 bbl.
- Konsumsi Gas Bumi: Indonesia 38.673.953.000 bbl, Israel 9.442.435.000bbl.
- Cadangan Gas Alam: Indonesia 1.408.478.000.000 bbl, Israel 176.017.000.000 bbl.
- Produksi Batubara: Indonesia 563,728,000 bbl, Israel 0 bbl.
- Konsumsi Batubara: Indonesia 132,548,000 bbl, Israel 5.089.000 bbl.
- Cadangan Batubara: Indonesia 39.891.000.000 bbl, Israel 0 bbl.
6. Financials (Keuangan): Indonesia unggul
- Anggaran Pertahanan: Indonesia $25.000.000.000, Israel $24.400.000.000.
- Utang Luar Negeri: Indonesia $400.000.000.000, Israel $135.000.000.000.
- Cadangan Devisa: Indonesia $144.908.000.000, Israel $212.934.000.000.
- Daya Beli: Indonesia $3.246.000.000.000, Israel $393.861.000.000.
7. Logistics (Logistik): Indonesia unggul
- Bandara: Indonesia 673, Israel 42.
- Kapal niaga laut: Indonesa 11.015, Israel 45.
- Pelabuhan & Terminal: Indonesia 16, Israel 5.
8. Geography (Geografi): Israel unggul
- Luas Wilayah Persegi: Indonesia 1.904.569 km, Israel 21.937 km.
- Perbatasan Bersama: Indonesia 2.958 km, Israel 1.068 km.
- Garis Pantai: Indonesia 54.716 km, Israel Pantai (Rnk 13).
- Angkutan Sungai: Indonesia 21.579 km, Israel 0 km.